Senin, 29 Januari 2018

Keutamaan membaca Al Quran setiap hari


al quran, membaca al quran, belajar membaca al quran, pahala membaca al quran, keutamaan membaca al quran


Marilah kita sejenak merenung dan melihat diri kita sendiri serta bertanya pada diri kita sendiri, apakah kita sudah membaca Al Qura’an hari ini?. Sudah berapa ayat, surat, juz kita baca hari ini?. Atau kita sama sekali tidak menyentuh dan  membaca sedikitpun karena sibuk dan lupa atau bahkan kita dengan sengaja mengabaikannya? Dan bertanyalah pada diri sendiri, kenapa kita tidak sempat, tidak mau membaca Al Qur'an hari ini? 

Rutinitas kita sehari-hari yang sibuk dengan urusan duniawi seolah membuat kita tidak ada waktu dan melupakan Al Qur’an yang padahal kita mempunyainya, hanya terususun rapi di rak buku atau diatas meja, dalam tas, saku atau bahkan dalam sebuah aplikasi di dalam smartphone atau gadget kita.



Al Qur’an hanya sebatas sebagai penghias rak buku, pelengkap aplikasi mobile pada sebuah smartphone dan lainnya. Sungguh kita sangat-sangat rugi apabila jauh dari lantunan ayat suci dan bacaan Al Qur’an.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Sesungguhnya barang siapa yang dalam dirinya tiada bacaan Al Qur’an maka ia seperti halnya rumah yang roboh”

Berikut ini keutamaan membaca Al Qur’an setiap hari:

  1. Sebaik-baik manusia adalah yang mempelajari dan mengajarkan Al Qur’an.
    Seperti pada Sabda Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam:
    “Sebaik-baik kalian adalah siapa yang mempelajari Al Qur’an dan mengamalkannya”.
    (Hadits Riwayat Bukhari).
  2. Mendapat pahala yang berlipat dan berlimpah.
    Membaca Al Quran akan mendapatkan pahala yang sangat berlimpah dan berlipat-lipat untuk setiap huruf yang ada dalam kitab suci Al Qur’an seperti yang di sabdakan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:
    “Siapa saja membaca satu huruf dari Kitab Allah yaitu Al Qur’an, maka baginya satu kebaikan dan satu kebaikan itu dibalas dengan sepuluh kali lipatnya”.(Hadits Riwayat At-Tarmidzi)
  3. Keutamaan membaca Al Qur’an, menghafalnya dan pandai membacanya.
    Sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:
    “Perumpamaan orang yang membaca Al Qur’an sedang ia hafal dengannya bersama para malaikat yang suci dan mulia, sedang perumpamaan orang yang membaca Al Qur’an sedang ia senantiasa melakukannya meskipun halite sulit baginya maka baginya dua pahala”.
    (Muttafaq ‘alaih)
  4. Pahala bagi orang yang anaknya mempelajari Al Qur’an.
    “Siapa saja membaca Al Qur’an, mempelajarinya dan mengamalkannya,maka dipakaikan kepada kedua orang tuanya pada hari Kiamat mahkota dari cahaya dan sinarnya bagaikan sinarmatahari dan dikenakan pada kedua orang tuanya dua perhiasan yang nilainya tak tertandingi oleh dunia seisinya. Keduanya (orang tua) pun bertanya, “bagaimana dipakaikan kepada kami semuanya itu?” Dijawab “karena anakmu telah membawa Al Qur’an”.
    (HR. Al-Hakim)
  5. Al Qur’an memberi syafa’at kepada ahlinya di akhirat.
    Sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:
    “Bacalah Al Qur’an karena ia akan dating pada hari kiamat sebagai pemberi syafa’at kepada para ahlinya”.Dan Sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam lainnya:
    “Puasa dan Al Qur’an keduanya akan memberikan syafa’at kepada seorang hamba pada hari kiamat”.
    (HR. Ahmad dan Al-Hakim)
  6. Pahala bagi orang yang berkumpul untuk membaca dan mengkajinya.
    Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
    “Tidak berkumpul suatu kaum di salah satu rumah Allah, sedang mereka membaca kitab-Nya dan mengkajinya, melainkan mereka akan dilimpahi ketenangan, dicurahi rahmat, diliputi para malaikat dan disanjungi oleh Allah di hadapan para makhluk dan di sisi-Nya”.
    (HR. Abu Dawud)
  7. Dapat menenteramkan hati.
    “(yaitu) orang-orang yangberiman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram”.
    (QS. Ar-Ra’d ayat 28)
  8. Dapat menyembuhkan penyakit.
    “Hendaknyakamu menggunakan kedua obat-obat: madu dan Al Qur’an”.
    (HR. Ibnu Majah dan Ibnu Mas’ud)
  9. Pembaca Al Qur’an dikaruniakan hatinya dengan cahaya oleh Allah dan dipeliharanya dari kegelapan.
    Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
    "Siapa yang mendengar satu ayat dari Kitab Allah Ta'ala (Al Qur'an) ditulis baginya satu kebaikan yang berlipat ganda. Siapa yang membacanya pula, baginya cahaya di hari kiamat".
  10. Pembaca Al Qur'an memperoleh kemuliaan dan diberi rahmat kepada ibu bapaknya.
    Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
    "Siapa yang membaca Al Qur'an dan beramal dengan isi kandungannya, dianugerahkan kedua ibu bapaknya mahkota di hari Kiamat. Cahayanya (mahkota) lebih baikdari cahaya matahari di rumah-rumah dunia. Kalaulah demikian itu matahari berada di rumahmu (dipenuhi dengan sinarnya), maka apa sangkaan kamu terhadap yang beramal dengan ini (Al Qur'an)".
    (HR. Abu Daud)
  11. Pembaca Al Qur'an memperoleh kedudukan yang tinggi dalam Syurga.
    Bersabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang maksudnya:
    Dikatakan kepada pembaca Al Qur'an, "Bacalah Al Qur'an, naiklah pada derajat-derajat syurga dan bacalah dengan tartil sebagaimana engkau membacanya dengan tartil di dunia. Sesungguhnya kedudukan derajatmu setinggi kadar akhir ayat yang engkau baca".
    (HR. Ahmad)
  12. Membaca satu huruf Al Qur'an akan memperoleh sepuluh kebaikan.
    Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
    "Barang siapa yang membaca satu huruf kitab Allah, maka ia akan mendapatkan satu kebaikan dengan huruf itu dan satu kebaikan akan dilipatgandakan menjadi sepuluh. Aku tidaklah mengatakan Alif Laam Miim itu satu huruf, tetapi Alif satu huruf, Lam satuhuruf dan Mim satu huruf".
    (HR. Tarmidzi)
  13. Orang yang membaca Al Qur'an secara terang-terangan seperti bersedekah secara terang-terangan.
    Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
    "Orang yang membaca Al Qur'an terang-terangan seperti orang yang bersedekah terang-terangan, orang yang membaca Al Qur'an secara tersembunyi seperti orang yang bersedekah secara sembunyi".
    (HR. Abu Dawud, Tarmidzi dan Nasa'i, lihat Shahihul Jaami' : 3105)
  14. Al Qur'an akan menjadi Syafaat bagi orang yang membacanya.
    Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda dalam salah satu Haditsnya:
    "Bacalah Al Qur'an karena ia akan datang pada hari kiamat untuk memberi Syafaat kepada orang yang telah membaca dan mengamalkan isinya".
  15. Al Qur'an adalah cahaya ditengah kegelapan.
    Sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:
    "Aku wasiatkan kepada kalian agar bertaqwa kepada Allah dan Al Qur'an. Sesungguhnya ia adalah cahaya kegelapan, petunjuk di siang hari makabacalah dengan sungguh-sungguh".
    (HR. Baihaqi)
  16. Ahlul Qur'an adalah keluarga Allah Subhanallahu Wa Ta'ala.
    Sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:
    "Sesungguhnya Allah mempunyai keluarga dari kalangan manusia. Beliau Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya siapa mereka wahai Rasulullah?. Beliau menjawab, "mereka adalah Ahlul Qur'an, mereka adalah keluarga Allah dan orang-orang khusus-Nya".(HR. Ahmad dan Ibnu Majah)
  17. Yang mahir membaca dia akan bersama malaikat dan yang terbata-bata mendapat dua pahala.
    Sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:
    "Orang yang mahir membaca Al Qur'an kelak (mendapat tempat di syurga) bersama para utusan yang mulia lagi baik. Sedangkan orang yang membaca Al Qur'an dan masih terbata-bata dan merasa berat dan susah maka dia mendapatkan dua pahala".
    Dua pahalaini, salah satunya merupakan balasan dari membaca Al Qur'an itu sendiri, sedangkan yang kedua adalah atas kesusahan dan keberatan yang dirasakan oleh pembacanya.


Demikian tujuh belas keutamaan yang Allah berikan kepada orang-orang yang membaca Al Qur'an sekaligus mengamalkan isi kandungannya.

Baca juga : Kita mengetahui, tapi sayang kita sering lalai

Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
"Sesungguhnya rumah yang di dalamnya dibacakan surat Al Baqarah, tidak akan bisa dimasuki setan".
(HR. Muslim)

Dari :
Kajian Rutin Selasa Pagi, Masjid Nurul Amin
Sebayu Triharjo Sleman Yogyakarta

Kamis, 04 Agustus 2016

Cara menghapus akun Instagram secara permanen

instagram, hapus instagram


Siapa yang tak kenal Instagram, anak kecil aja tau !. Aplikasi berbagi foto dan video singkat yang sangat populer saat ini. Di Indonesia aplikasi ini tidak hanya populer sebagai tempat berbagi foto dan video semata, namun sangat populer juga digunakan untuk mencari duit alias jualan, seperti halnya aplikasi sosial media lain seperti Line, Line@, Facebook ataupun Twitter. Lalu kenapa aplikasi yang mempunyai segudang manfaat ini harus dihapus selamanya?. Pastinya banyak juga alasan kenapa harus menghapus akun Instagram ini, mungkin karena aspek privasi yang telah dilanggar orang lain, pornografi atau yang lainya. Bagaimana dengan anda?

Cara menghapus akun Instagram secara Permanen

Berikut ini adalah salah satu cara menghapus akun Instagram secara permanen dan tidak bisa diaktifkan kembali atau restore, ada berbagai cara menghapus akun Instagram yang bisa anda temukan diinternet, namun beberapa sudah tidak relevan untuk saat ini, sekedar beda dikit caranya.

#1 Masuk ke akun Instagram lewat PC


tampilan awal instagram di desktop browser



Ya....!! menghapus akun Instagram hanya bisa dilakukan melalui akses browser di PC (mungkin bisa via browser pada android atau ios dengan mengaktifkan request desktop, silakan dicoba..). Masukkan instagram.com pada address bar dan anda akan melihat tampilan seperti gambar diatas, silakan masukkan username dan password.

#2 Masuk ke Profile



Setelah anda log in dan masuk ke halaman Instagram anda, jangan lupa klik icon gambar orang pada kanan atas, setelah itu anda klik EDIT PROFILE, scroll kebawah dan akan terlihat tampilan seperti gambar diatas, hanya ada pilihan temporarily disable my account, yang artinya Instagram hanya menyediakan menu non aktif akun sementara saja, bukan secara permanen. Opsi inilah yang kami temukan berbeda dengan tutorial yang ada diinternet saat ini. OK....tetap klik pada pilihan temporarily disable my account


# 3 Merubah pilihan temporarily menjadi permanent






Setelah anda pilih temporarily disable my account, maka tampilan halaman akan seperti gambar diatas dan lagi-lagi tidak ada pilihan menu pilihan untuk nonaktif secara permanen baik pada menu sebelah kiri maupun sebelah kanan atas, sebelumnya menu nonaktif secara permanen bisa ditemukan pada pilihan menu sebelah kanan, namun sekarang tidak tampil, sekali lagi jelas terlihat instagram sangat tidak ingin kita untuk meninggalkan atau menghapus akun instagram secara permanen. Namun jika anda hanya ingin menonaktifkan akun sementara, anda bisa meneruskannya dengan memilih pilihan alasan pada Why are you disabling your account? dan ikuti langkah-langkahnya.

Dan untuk merubah pilihan sementara menjadi permanen, tinggal mengganti alamat yang ada di address bar pada barisan terakhir, seperti gambar dibawah ini




rubahlah tulisan temporarily menjadi permanent dan yang tertera di address bar selengkapnya adalah https://instagram.com/accounts/remove/request/permanent/
Anda juga bsa copy paste link diatas dan selanjutnya ikuti langkah-langkahnya seperti memilih alasan penonaktifan dan mengisi ulang password.

Selesai, akun Instagram anda telah hilang selamanya




Rabu, 13 Juli 2016

Perbuatan Syirik Tapi Sering Kita Ucapkan

Perbuatan syirik tapi sering kita ucapkan


Sebagai seorang muslim mungkin kita semua tahu dosa terbesar seorang manusia yang mungkin tidak akan diampuni oleh Allah, yaitu Syirik atau menyekutukan Allah. Tapi kita tidak banyak tahu perbuatan atau perkataan yang sangat sepele dan tanpa kita sadari bahkan sangat sering kita ucapkan sendiri maupun mendengar dari kebanyakan orang, dan itu juga termasuk syirik.

Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa syirik, dan dia mengampuni dosa yang berada di bawah syirik bagi siapa yang dikehendaki-Nya.
QS. An Nisa Ayat 116
Lalu apa sajakah perbuatan syirik yang sering kita ucapkan?

Mencela makhluk yang tidak bisa berbuat apa-apa

" Aduh sialan, mau kencan malah hujan deras, kacau nih acara..."
" Awas, jangan mengadakan hajatan pada bulan Suro!"
Perkataan diatas sepertinya lazim dan sangat sering kita dengar, padahal ucapan tersebut termasuk dosa Syirik. Sangat mudah sekali lidah mengucapkan hal-hal yang buruk yang tanpa kita sendiri sadari. Berkata, mencaci seperti diatas pada dasarnya telah mengganggu dan lebih parah lagi menyakiti yang telah menciptakan dan mengaturnya yaitu Allah.


Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,“Allah Ta’ala berfirman:
"Manusia menyakiti Aku; dia mencaci maki masa (waktu), padahal Aku adalah pemilik dan pengatur masa, Aku-lah yang mengatur malam dan siang menjadi silih berganti."
(HR. Bukhari dan Muslim) Sumber: rumaysho.com

Bersumpah dengan nama selain Allah

"Demi ayah dan ibuku, kamu tidak akan bisa lulus ujian".
"Demi roh penghuni makam ini, kamu jangan sesekali meludah disamping pagar makam ini"
Perkataan atau sumpah semacam ini juga sudah sangat lazim kita dengar, bersumpah dengan dengan menyebut nama selain Allah diharamkan dan termasuk Syirik, karena perkataan tersebut berarti dalam hati dan lisan yang mengucapkannya telah mengagungkan selain Allah. Perkataan seperti ini sangat berat ancamanya bahkan bisa mengeluarkan seseorang dari Islam.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda yang artinya:
”Barangsiapa bersumpah dengan nama selain Allah, maka ia telah berbuat kekafiran atau kesyirikan.”
(HR. Tirmidzi dan Hakim dishahihkan Syaikh Al Albani dalam Shohihul Jaami’)
Sumber: rumaysho.com

Menyandarkan nikmat kepada selain Allah

"Kalau bukan karena ayahku, mana mungkin aku bisa mempunyai rumah semewah ini!"
Perkataan Syirik seperti ini juga sangat mudah diucapkan manusia, karena perkataan tersebut mengandung kekufuran kepada Allah, mengandung pengingkaran atas nikmat yang telah Allah karuniakan.

Baca juga: Celaka! Sungguh celaka



Marilah kita semua mulai saat ini lebih berhati-hati dalam menjaga lisan dan perkataan kita, selalu berdoa agar kita semua dihindarkan dari perbuatan syirik. Semoga tulisan singkat ini bisa menambah wawasan kita untuk selalu terus meperbaiki diri.

Sabtu, 25 Juni 2016

Empat golongan orang yang dirindukan surga

4 ahli surga


Siapa yang mau masuk Surga? Pertanyaan yang sudah pasti kita akan tahu jawabannya. Entah itu seorang pemabuk, ahli maksiat, koruptor, perampok, pezina, pembunuh, pastinya jika ditanya semacam itu jawabanya pasti mau, ingin masuk Surga. Yang jadi pertanyaan apakah mereka itu bisa masuk Surga? Apakah masuk kriteria sebagai penghuni Surga? atau apakah Surga mau dihuni oleh orang-orang semacam itu?. Ternyata Surga sudah punya kriteria sendiri, yaitu golongan orang yang dirindukan oleh Surga, dinantikan kehadiranya kelak, apakah kita termasuk golongan ini?

Rasulullah SAW bersabda:
"Surga itu merindukan kepada 4 golongan: orang yang senantiasa membaca Al Quran, orang yang selalu menjaga lidah, orang yang memberi makan orang yang sedang kelaparan, dan orang-orang yang berpuasa pada bulan Ramadhan."


Pertama:
Orang yang gemar membaca Al Quran.

Kita tahu bahwa Al Qur'an selain menjadi kitab suci umat Islam juga merupakan pedoman hidup seluruh umat manusia. Banyak sekali keutamaan yang terkandung dalam Al Qur'an ini. Ketika membacanya satu huruf saja maka ia mendapat sepuluh kebaikan. Bagaimana kalo kita secara rutin dan teratur selalu membaca Al Qur'an ini dengan baik dan benar, selain itu juga mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
baca juga
5 Aplikasi Android Islami Terbaik
Seperti pada bulan Ramadhan, aktifitas membaca Al Qur'an sangat ramai (tadarus), baik itu dimasjid maupun dirumah. Kegiatan Tadarus Al Qur'an pada hakekatnya adalah untuk mempelajari, meneliti, menelaah, mengkaji serta mengambil makna yang terkandung didalamnya sehingga pengetahuan tentang cara membaca dan memahami isi bisa dikaji lebih mendalam untuk diamalkan dalam keseharian.


Kedua:
Orang yang menjaga lisan atau lidah.

Sebuah hadis Nabi SAW dalam kitab sahih Bukhari:

"Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah berkata yang baik atau hendaklah diam."

Sepertinya memang hal yang sangat ringan, namun ada ungkapan bahwa lidah atau perkataan ini lebih tajam dari sebuah pedang, dan memang benar adanya. Oleh karena itu dalam hadis diatas disebutkan bahwa menjaga lisan termasuk segolongan orang yang dirindukan kehadiranya di Surga. Pada era digital seperti sekarang ini, menjaga lidah tidak hanya menjaga perkataan, maraknya aplikasi pesan dan makin canggihnya telepon pintar, sangat memudahkan orang untuk berkomunikasi satu sama lain. Menjaga lisan juga termasuk didalamnya untuk menjaga perkataan dalam bentuk tulisan atau chatting.

Ketiga:
Orang yang memberi makan orang lain yang sedang kelaparan.

Memberi makan atau menafkahkan sebagian harta kepada orang yang sedang kelaparan seperti fakir miskin, yatim piatu atau anak terlantar. Karena pada hakikatnya pada harta kita terdapat hak-hak mereka. Insya Allah jika kita memberikan hak mereka maka kita akan mendapatkan pahala, sebagaimana hadis yang diriwayatkan Imam Turmudzi bahwa orang yang memberi makan atau minum, walaupun hanya seteguk air dan sebutir kurma kepada orang yang berbuka puasa, pahalanya sama dengan orang yang puasa itu, tidak dikurangi sedikitpun. Orang yang enggan atau bahkan tidak mau memberi makan kepada orang yang sedang kelaparan, terutama fakir miskin dan anak yatim sama halnya mendustakan agama, seperti firman Allah dalam QS Al Maun ayat 1-3

"Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? Itulah orang yang menghardik anak yatim. Dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin. …"



Keempat:
Orang yang berpuasa di bulan Ramadhan.

Sebagai seorang muslim menjalankan puasa di Bulan Ramadhan wajib hukumnya, oleh karena pahala puasa di bulan Ramadhan ini sangat besar dan barangsiapa meninggalkan kewajiban ini akan mendapatkan dosa. Keutamaan menjalankan puasa di bulan penuh rahmat ini bahkan bisa menghapuskan dosa-dosa yang telah lalu, diampuni oleh Allah. Seperti disebutkan dalam hadis berikut ini:

"Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan, karena iman dan ikhlas, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR. Bukhari Muslim)



Demikianlah empat golongan orang yang dirindukan oleh surga. Semoga kita termasuk didalamnya. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua dan kita termasuk ke dalam empat golongan tersebut, dan juga agar kita dapat mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Amiin ya Robbal Alamiin.

(dirangkum dari berbagai sumber)

Kamis, 23 Juni 2016

Kejamnya waktu Shubuh

keutamaan waktu shubuh


Saya yakin di antara kita sudah mengetahui keistimewaan waktu Subuh. Hari ini ada baiknya kita melihat waktu Subuh dengan kacamata yang lain, yaitu dari bahaya waktu Subuh bila kita tidak dapat memanfaatkannya.

Allah bersumpah dalam Al Fajr : "Demi fajar (waktu Subuh)".

Kemudian dalam Al Falaq Allah mengingatkan:
"Katakanlah! aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai waktu subuh".

Ada apa dibalik waktu Subuh? Mengapa Allah bersumpah demi waktu Subuh? Mengapa harus berlindung kepada yang menguasai waktu Subuh? Apakah waktu Subuh sangat berbahaya?

Ya, ternyata waktu Subuh benar-benar sangat berbahaya!
Waktu Subuh lebih kejam dari sekawanan perampok bersenjata api.
Waktu Subuh lebih menyengsarakan dari derita kemiskinan.
Waktu Subuh lebih berbahaya dari kobaran api yang disiram bensin.


Jika ada sekawanan perampok menyatroni rumah anda, dan mengambil paksa semua barang anda. Emas dan semua perhiasan digondolnya. Uang cash puluhan juta ditilepnya. Laptop, yang berisi data-data penting anda juga diembatnya. Eh, mobil yang belum lunas juga digasaknya. Bagaimana rasa pedih hati anda menerima kenyataan ini?

Ketahuilah, bahwa waktu Subuh lebih kejam dari perampok itu. Karena jika anda tertindas sang waktu Subuh sampai melalaikan shalat fajar, maka anda akan menderita kerugian lebih besar dari sekedar laptop dan mobil. Anda kehilangan dunia dan segala isinya.

Ingat,!!
"Dua rakaat fajar lebih baik dari dunia dan segala isinya"

(HR Muslim).


Waktu Subuh juga lebih menyengsarakan dari sekedar kemiskinan dunia. Karena bagi orang-orang yang tergilas waktu Subuh hingga mengabaikan shalat Subuh berjamaah di masjid, maka hakikatnya, merekalah orang-orang miskin sejati yang hanya mendapatkan upah 1/150 (0,7%) saja pahala shalatnya.

"dan barangsiapa yang shalat Subuh berjamaah, maka ia bagaikan shalat semalam suntuk"
(HR Muslim).


Shalat semalam suntuk adalah shalat yang dikerjakan mulai dari tenggelamnya matahari sampai terbit fajar. Fantastis! Shalat selama sepuluh jam, atau kurang lebih 150 kali shalat! Betapa agung fadilah shalat Subuh berjamaah ini. Betapa malangnya orang yang tergilas waktu Subuh, orang-orang yang mengabaikan shalat subuh berjamaah di masjid.

Waktu Subuh juga lebih berbahaya dari kobaran api yang disiram bensin. Mengapa demikian? Tahukah anda bahwa nabi menyetarakan dengan orang munafik bagi yang tidak mampu melaksanakan shalat Subuh berjamaah?

"Sesungguhnya tiada yang dirasa berat oleh seorang munafik, kecuali melaksanakan shalat Isya dan shalat Subuh. Sekiranya mereka tahu akan keagungan pahalanya, niscaya mereka bakal mendatanginya (ke masjid, shalat berjamaah) sekalipun harus berjalan merangkak-rangkak"
(HR Bukhari Muslim).

Orang yang tergerus waktu Subuh hingga tak mampu mendatangi masjid untuk shalat berjamaah adalah orang yang dalam keadaan bahaya, karena disetarakan dengan orang munafik. Padahal, ancaman bagi orang munafik adalah neraka Jahannam.

"Sesungguhnya Allah akan mengumpulkan orang-orang munafik dan orang-orang kafir di dalam Jahannam" (An Nisa:140).




Bukankah Jahannam lebih berbahaya dari sekedar kobaran api yang disiram bensin?

Nah, agar tidak merasakan tindasan waktu Subuh yang lebih kejam dari perampokan, agar tidak terkena gilasan waktu Subuh yang lebih menyengsarakan dari derita kemiskinan, dan agar tidak tertelan gerusan waktu Subuh yang lebih berbahaya dari kobaran api, maka: "Katakanlah! aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai waktu subuh" (Al Falaq:1). Yaitu dengan memanfaatkan waktu Subuh sebaik-baiknya. Lakukan shalat sunnah qabliyah Shubuh (shalat fajar) dan shalat Shubuh berjamaah di masjid.

Semoga bermanfaat dan dapat diambil Hikmahnya.

(Abu Qomar Al Faruq)
Images : http://bahasa.aquila-style.com/

Apa itu Hailulah, Qailulah dan Ailulah

Hailulah, Qailulah dan Ailulah

Banyak dari kita mungkin tidak mengetahui bahwa dalam Islam, tidurpun ada tuntunannya. Selain adab, doa sebelum dan sesudah tidur, ternyata ada beberapa waktu tidur yang sangat dilarang ataupun dianjurkan (utama) selain mengikuti sunnah, beberapa larangan tidur diwaktu tertentu juga bisa berakibat buruk bagi kesehatan.

HAILULAH adalah :
Tidur sehabis melaksanakan sholat subuh, dinamakan demikian karena tidur tersebut dapat menghalangimu dari rejeki yang ALLAH SWT tebar pada waktu pagi hari.

QAILULAH adalah :
Tidur sebelum melakukan sholat dhuhur sekitar 26 - 30 menit sebelum dikumandangkannya adzan dhuhur, tidur jenis ini sangat bemanfaat dan sangat dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW.



Diriwayatkan ketika musim panas Rasulullah tidur sebelum Dzuhur dan ketika musim dingin beliau Nabi Muhammad tidur setelah Dzuhur

'AILULAH adalah :
Tidur sehabis melakukan sholat ashar, tidur jenis satu ini dapat menyebabkan berbagai penyakit, diantaranya adalah : sesak napas, murung dan gelisah.

Karena jarang diantara kita yang memahami apa itu QAILULAH, HAILULAH & 'AILULAH
sehingga bermanfaat bagi semua dan terhindar segala macam penyakit, hissiyyah ataupun ma'nawiyyah.


Amiin Ya Robbal 'Alamiin
Wallahu`alam

Image : http://odishasuntimes.com/

Rabu, 22 Juni 2016

Kisah Nabi Yusuf

nabi yusuf


Seandainya kalau di ceritakan kepada kita tentang kisah Nabi Yunus 'alahissalam selain apa yang ada di dalam Al Qu'ran dan As Sunnah maka kita tidak akan mempercayainya.

Banyak orang yg tidak mengetahui permulaan kisah nabi Yunus 'alaihissalam!
Ia menyeru kaumnya, dalam waktu yang lama. Tapi mereka berpaling darinya, maka ia pun pergi meninggalkan mereka sebelum Allah mengizinkannya karena ia menyangka mereka tidak akan mendapatkan hidayah.

Lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya)", Nabi Yunus menyangka bahwa Allah tidak akan menegur perbuatannya.

Lalu ia menaiki sebuah kapal bersama beberapa orang lainnya, saat itu cuaca sangat cerah.
Di tengah laut, tiba-tiba muncullah ombak besar dan bergemuruh, maka mereka sepakat meringankan beban kapal dan menurunkan sebagian penumpangnya.

Maka mereka memulai mengundi dan setelah 3 kali undian, muncul nama Nabi yunus! Maka ia pun turun.. Yang kemudian kisah ketika ia berada dalam perut ikan di abadikan Allah sepanjang masa.



Buatlah suatu prinsip teguh dalam hidupmu! Yaitu jika kamu bermaksiat kepada Allah atau melanggar perintahNya, maka siapkan dirimu untuk menerima hukuman dariNya, Allah berfirman: "Barangsiapa yang mengerjakan keburukan maka akan ia akan memperoleh balasannya".

Yang menakjubkan adalah ketika Nabi Yunus kembali dari ujian dalam perut ikan ke kaumnya, ia mendapatkan kaumnya telah beriman kepada Allah. Maka jangan pernah berputus asa dari mendakwahi orang lain, meskipun dia pembangkang dan suka bermaksiat.

Ada sebuah hikmah pada peristiwa undian dan keluarnya nama Nabi Yunus 'alahissalam, bahwa kadang dalam hidup kita merasa bahwa Allah menginginkan sesuatu pada kita, akan tetapi kita membencinya! Padahal ada kebaikan di balik itu!

Adapun ketetapan bahwa Allah menghukum orang yang berbuat dosa. Lihatlah sisi positifnya bahwa Allah ingin membersihkanmu dari dosa tersebut dan bukan untuk balas dendam.

Allah memerintahkan ikan paus yang berada di kedalaman laut untuk menelan Nabi Yunus tapi tidak meremukkan tulangnya dan tidak pula memakan dagingnya. Padahal dalam perut ikan paus ada panas yang dapat melebur besi sekalipun!

Jika Allah menjaga Nabi Yunus dari panas perut ikan paus, maka ketahuilah bahwa Allah 'azza wa jalla kadang menguji kamu dan tetap menjagamu untuk mengangkat derajatmu dan mengampuni dosamu.

Tidak ada yang bermanfaat bagi Nabi Yunus ketika dalam perut ikan paus, kecuali imannya kepada Allah, ilmu dan amal shalihnya! Maka berbekallah untuk Allah yang dapat bermanfaat bagimu dalam perut ikan 'kesedihanmu'!

Ketika Nabi Yunus mengetahui bahwa dia berada dalam sebuah tempat yang tidak ada satu orangpun yang bisa melihat dan mendengarnya, maka ia mengetahui bahwa tidak ada yang bermanfaat baginya kecuali memohon pertolongan dari Allah semata!



Kadang dalam hati dan ruh kita ada rasa sakit, cemas, khawatir, takut dan gelisah yang tidak ada yang tau kecuali Allah, maka obati semua itu dengan sujud kepadaNya! Seketika semua perasaan sakit itu akan sirna..

Ada 3 kegelapan: 
1. Kegelapan perut ikan,
2. Kegelapan malam dan 
3. Kedalaman laut.

Kadang kita merasa tenggelam dalam kegelapan kesedihan kita..Maka hapuslah kegelapan itu dengan cahaya doamu!



by Lafie Al 'auni
mawaddahcenter.com
Photo andaluciaabrar.files.wordpress.com