Tampilkan postingan dengan label Kajian Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kajian Islam. Tampilkan semua postingan

Jumat, 01 Juni 2018

Renungan Tentang Umur Manusia

umur manusia

Semua makhluk hidup yang ada di dunia akan mengalami kematian, dan itu menjadi sebuah kepastian. Tidak terkecuali manusia. Kehidupan manusia setelah kematian sangat tergantung dengan amal perbuatan yang dilakukan selama di dunia. Manusia yang senantiasa melakukan perbuatan baik dan meninggalkan perbuatan buruk akan mendapatkan balasan kebahagiaan dan kenikmatan yang tiada bandingannya di dunia, begitu juga sebaliknya orang yang selalu melakukan perbuatan buruk dan kemaksiatan akan mendapatkan balasan siksa yang sangat pedih di neraka jahanam.
"setiap orang akan mati seperti dalam keadaan hidupnya dan akan dibangkitkan seperti dalam keadaan matinya"



Hakikatnya kehidupan manusia tidak terus berhenti dengan datangnya kematian atau ajal. Kehidupan yang sesungguhnya justru dimulai setelah kematian. Kehidupan di dunia hanyalah merupakan persinggahan sementara sebagai bekal manusia menghadapi kehidupan yang sesungguhnya. Al Qur'an dan hadits banyak memberikan pemahaman tentang kehidupan yang akan dijalani manusia setelah kematian. Yang tujuanya agar manusia senantiasa sadar akan tugas dan maksud akan penciptaannya. Renungan tentang umur manusia memberikan pemaparan yang sistematis tentang tahapan kehodupan manusia, mulai dari dalam kandungan, kehidupan di dunia, alam kubur, hari kebangkitan hingga penentuan manusia akan menjadi ahli surga atau ahli neraka.

Dengan memahami apa yang ada dalam Al Qur'an dan hadits memberikan kejelasan akan nasib manusia pada setiap fase kehidupannya. Tujuannya untuk memberikan panduan apa yang seharusnya dikerjakan manusia dalam setiap fase kehidupannya. Jangan sampai manusia menderita setelah kematiannya.



"Barangsiapa berjalan untuk menuntut ilmu maka Allah akan memudahkan baginya jalan ke Syurga" (Hadits Riwayat Muslim)

 "Barangsiapa memberikan petunjuk kebaikan, maka baginya akan mendapatkan ganjaran seperti ganjaran yang diterima oleh orang yang mengikutinya dan tidak berkurang sedikitpun hal itu dari ganjaran orang tersebut"(Hadits Riwayat Muslim)

Jumat, 16 Maret 2018

Pahami dengan Teliti Pesan Terakhir Rasulullah Sebelum Wafat


Khutbah Terakhir Rasulullah


Pesan atau wasiat terakhir Rasulullah ini disampaikan pada saat melaksanakan Ibadah Haji Wada' atau dikenal juga dengan Haji Perpisahan Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam. Khutbah ini disampaikan pada 9 Zulhijjah, Tahun 10 Hijriyah (6 Maret 632) di Lembah Uranah Gunung Arafah. Beliau mengumumkan niatnya untuk malaksanakan Haji Wada' ini 25 Dzulqaidah 10H atau setahun sebelum beliau wafat.

Dari Imam Muslim meriwayatkan dengan sanadnya dari Jabir ra, ia berkata “Selama 9 tahun tinggal di Madinah Munawwarah, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam belum melaksanakan Haji. Kemudian pada tahun kesepuluh beliau mengumumkan hendak melakukan haji. Maka berduyun-duyun orang datang ke Madinah, semuanya ingin mengikuti Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam dan mengamalkan ibadah haji sebagaimana amalan beliau.”



Diriwayatkan jamaah haji pada tahun tersebut berjumlah 100.000 dan ada pula yang menyebutkan bahwa Ibadah Haji yang dipimpin langsung Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam tersebut mencapai 114.000 jamaah. Pada 8 Zulhijjah Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam berangkat menuju Mina, bermalam dan menunaikan Sholat Subuh. Setelah matahari terbit Beliau berangkat menuju Arafah dan setelah matahari bergeser condong ke barat Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam mulai memberikan Khutbah disebuah tempat bernama Namirah, dan berikut ini isi pesan atau Khutbah terakhir Rasulullah:

Wahai manusia dengarkanlah baik-baik apa yang hendak aku katakan, aku tidak mengetahui apakah aku dapat bertemu kembali dengan kamu semua selepas tahun ini. Oleh karena itu dengarkanlah dengan teliti kata-kataku ini dan sampaikanlah kepada orang-orang yang tidak dapat hadir disini pada hari ini.

Wahai manusia, sebagaimana kamu menganggap bulan dan kota ini suci, maka anggaplah jiwa dan harta setiap Muslim sebagai amanah suci. Kembalikanlah harta yang diamanahkan kepada kamu kepada pemiliknya yang berhak. Janganlah kamu sakiti siapapun agar orang lain tidak manyakiti kamu lagi. Ingatlah bahwa sesungguhnya kamu akan menemui Tuhan kamu dan Dia pasti membuat perhitungan atas segala amal perbuatan kamu. Allah telah mengharamkan riba, oleh karena itu mulai saat ini segala urusan yang melibatkan riba hendaklah dibatalkan.

Berwasapadalah terhadap syaitan demi keselamatan agama kamu. Dia telah berputus asa untuk menyesatkan kamu dalam perkara-perkara yang besar, maka berjaga-jagalah supaya kamu tidak mengikutinya dalam perkara-perkara yang kecil.

Wahai manusia sebagaimana kamu mempunyai hak atas isteri kamu, mereka juga mempunyai hak atas kamu. Sekiranya mereka menyempurnakan hak mereka atas kamu, maka mereka juga berhak untuk diberi makan dan pakaian dalam suasana kasih sayang. Layanilah wanita-wanita kamu dengan baik dan berlemah lembutlah terhadap mereka karena sesungguhnya mereka adalah teman dan pembantu kamu yang setia. Dan hak kamu atas mereka ialah mereka sama sekali tidak boleh mengizinkan masuk orang yang tidak kamu sukai ke dalam rumah kamu dan mereka dilarang melakukan zina.

Wahai manusia, dengarkanlah baik-baik kata-kataku ini, sembahlah Allah, dirikanlah sholat lima kali sehari, berpuasalah di bulan Ramadhan, dan tunaikanlah Zakat dari harta kamu. Kerjakanlah Ibadah Haji sekiranya kamu mampu. Ketahuilah bahwa setiap Muslim adalah saudara kepada Muslim yang lain. Kamu semua adalah sama, tidak seorangpun yang lebih mulia dari yang lainnya kecuali atas dasar taqwa dan amal sholeh.

Ingatlah bahwa kamu akan menghadap Allah pada suatu hari untuk dipertanggung-jawabkan diatas segala apa yang telah kamu kerjakan. Oleh karena itu awasilah agar jangan sekali-kali kamu keluar dari landasan kebenaran setelah ketiadaanku.

Wahai manusia, tidak ada lagi Nabi atau Rasul yang akan datang selepasku dan tidak ada lain agama baru. Oleh karena itu wahai manusia, nilailah dengan betul dan fahamilah kata-kataku yang telah aku sampaikan kepada kamu. Sesungguhnya aku tinggalkan kepada kamu dua perkara yang sekiranya kamu berpegang teguh dan mengikuti keduanya, niscaya kamu tidak akan tersesat selama-lamanya. Itulah AL QUR'AN dan SUNNAHKU.

Hendaklah orang-orang yang mendengar ucapanku ini, menyampaikan pula kepada orang lain. Semoga yang terakhir lebih memahami kata-kataku dari mereka yang mendengar dariku secara langsung. Saksikanlah Ya Allah, bahwasanya telah aku sampaikan risalahMu kepada hamba-hambaMu.

Setelah menyampaikan Khutbah tersebut, turunlah Firman Allah:
"Hari ini telah Aku sempurnakan bagimu agamamu, dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku atas kamu dan Aku Ridho Islam menjadi agama bagimu"
(QS Al Maidah Ayat 3)

Setelah mendengar Wahyu ini sahabat Abu Bakar Radi-Allahu anhu menangis terisak-isak, karena dia memahami bahwa jika suatu misi telah disempurnakan menandakan si pembawa misi tersebut akan segera kembali kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala

(Riwayat Al Bukhari, Muslim, Tarmizi, Abu Daud, Ibn Maajah dan lain-lain)

Download Gratis Poster Islami

Senin, 05 Februari 2018

Memahami Tentang Rezeki Manusia

mencari rezeki, apa itu rezeki, tentang rezeki, mengejar rezeki


Mendengar kata rezeki kita mungkin akan langsung terfikir dengan sesuatu hal yang berhubungan dengan harta kekayaan, uang, kendaraan, makanan, kesenangan dan semua hal yang berhubungan dengan duniawi. Manusia bekerja membanting tulang dari pagi sampai larut malam, jalanan selalu padat hilir mudik manusia berangkat ke tempat kerja masing-masing dipagi hari demikian pula sore harinya saat kembali ke rumah masing-masing.

Manusia sibuk mecari nafkah, menjemput rezeki untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari bagi keluarganya. Banyak orang menjadi sukses dan berlimpah harta namun tidak sedikit sudah merasa bekerja keras siang dan malam tapi hidupnya bisa dikatakan masih miskin, masih merasa kurang dan lain sebagainya. Rezeki adalah harta kekayaan, kemapanan itu benar, namun kita sebagai umat Islam harus tahu dan memahami bahwa yang namanya rezeki itu tidak hanya soal uang, harta dan kekayaan.
seorang mukmin itu sungguh menakjubkan, karena setiap perkaranya itu baik. Namun tidak akan terjadi demikian kecuali pada seorang mukmin sejati. Jika ia mendapat kesenangan ia bersyukur dan itu baik baginya. Jika ia tertimpa kesusahan, ia bersabar dan itu baik baginya. (Hadits Riwayat Muslim 7692)

Manusia bekerja keras tanpa kenal lelah dan waktu belum tentu mendapatkan rezeki banyak berlimpah, namun yang bekerja sedikit juga belum tentu mendapatkan rezeki sedikit. Sesungguhnya rezeki itu mengejar dan bukan dikejar, rezeki yang bakal mendatangi manusia bahkan mengejar kepada manusia yang pantas didatangi. Tugas kita sebagai mukmin adalah memantaskan untuk didatangi rezeki itu tadi. Setiap manusia sudah ditetapkan rezekinya masing-masing, inilah yang disebut ikhtiar.

Baca juga : 4 Golongan Manusia yang Dirindukan Syurga

Ikhtiar adalah kuasa manusia sedangkan rezeki adalah kuasa Allah, manusia tidak akan dimatikan hingga ketetapan rezekinya telah diterima, seluruhnya. Sungguh Allah maha Pengasih dan Penyayang. Hakikat rezeki bukanhanya harta namun seluruh Rahmat Allah Ta'ala, dan yang paling indah adalah kita selalu dalamhidayah Islam

Hai orang-orang yang beriman,makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar hanya kepada-Nya kamu menyembah. QS Al Baqarah 172

Berikut ini macam-macam rezeki dari Allah Subhanallahu Wa Ta'ala:


  1. Rezeki yang telah dijamin
    "Tidak ada satu makhluk melatapun yang bergerak diatas bumi ini yang tidak dijamin Allah rezekinya".
    QS Al Hud 6
  2. Rezeki karena usaha
    "Tidaklah manusia mendapatkan apa-apa kecuali apa yang dikerjakannya".
    QS An Najm 39
  3. Rezeki karena bersyukur
    "Sesungguhnya jika kamu bersyukur pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu".
    QS Ibrahim 7
  4. Rezeki tak terduga
    "Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan menjadikan baginya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya".
    QS Ath Tholaq 2-3
  5. Rezeki karena Istighfar
    "Maka aku berkata kepada mereka, beristighfarlah kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun. Pasti Dia akan mengirimkan hujan yang lebat kepadamu. Dan Dia memperbanyak harta dan anak-anakmu, dan mengadakan kebun-kebun untukmu dan mengadakan sungai-sungai untukmu".
    QS. Nuh 10,11,12
  6. Rezeki karena menikah
    "Dan nikahkanlah orang-orang yang masih mebujang di antara kamu, dan juga orang-orang yang layak dari hamba sahayamu baik laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, maka Allah akan memberikan kecukupan kepada mereka dengan karunia-Nya dan Allah Maha luas pemberian-Nya dan Maha Mengetahui".
    QS An Nur 32
  7. Rezeki karena anak
    "Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut miskin. Kamilah yang menanggung rezeki mereka dan juga rezeki bagimu, membunuh mereka itu sungguh suatu dosa yang sangat besar".
    QS Al Israa 31

  8. Rezeki karena sedekah
    "Barang siapa meminjami Allah dengan pinjaman yang baik, maka Allah melipatgandakan ganti kepadanya dengan banyak. Allah menahan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nyalah kamu dikembalikan"
    QS Al Baqarah 245
Semoga kita senantiasa menjadi manusia yang selalu bersyukur atas segala nikmat rezeki yang telah Allah berikan kepada kita semua dengan selalu mengingat nama Allah, memuji-Nya dan mempergunakan segala bentuk rezeki yang telah Allah berikan untuk selalu beribadah dan ingat kepada Allah.


sumber gambar: jcomp

Senin, 29 Januari 2018

Keutamaan membaca Al Quran setiap hari


al quran, membaca al quran, belajar membaca al quran, pahala membaca al quran, keutamaan membaca al quran


Marilah kita sejenak merenung dan melihat diri kita sendiri serta bertanya pada diri kita sendiri, apakah kita sudah membaca Al Qura’an hari ini?. Sudah berapa ayat, surat, juz kita baca hari ini?. Atau kita sama sekali tidak menyentuh dan  membaca sedikitpun karena sibuk dan lupa atau bahkan kita dengan sengaja mengabaikannya? Dan bertanyalah pada diri sendiri, kenapa kita tidak sempat, tidak mau membaca Al Qur'an hari ini? 

Rutinitas kita sehari-hari yang sibuk dengan urusan duniawi seolah membuat kita tidak ada waktu dan melupakan Al Qur’an yang padahal kita mempunyainya, hanya terususun rapi di rak buku atau diatas meja, dalam tas, saku atau bahkan dalam sebuah aplikasi di dalam smartphone atau gadget kita.



Al Qur’an hanya sebatas sebagai penghias rak buku, pelengkap aplikasi mobile pada sebuah smartphone dan lainnya. Sungguh kita sangat-sangat rugi apabila jauh dari lantunan ayat suci dan bacaan Al Qur’an.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Sesungguhnya barang siapa yang dalam dirinya tiada bacaan Al Qur’an maka ia seperti halnya rumah yang roboh”

Berikut ini keutamaan membaca Al Qur’an setiap hari:

  1. Sebaik-baik manusia adalah yang mempelajari dan mengajarkan Al Qur’an.
    Seperti pada Sabda Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam:
    “Sebaik-baik kalian adalah siapa yang mempelajari Al Qur’an dan mengamalkannya”.
    (Hadits Riwayat Bukhari).
  2. Mendapat pahala yang berlipat dan berlimpah.
    Membaca Al Quran akan mendapatkan pahala yang sangat berlimpah dan berlipat-lipat untuk setiap huruf yang ada dalam kitab suci Al Qur’an seperti yang di sabdakan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:
    “Siapa saja membaca satu huruf dari Kitab Allah yaitu Al Qur’an, maka baginya satu kebaikan dan satu kebaikan itu dibalas dengan sepuluh kali lipatnya”.(Hadits Riwayat At-Tarmidzi)
  3. Keutamaan membaca Al Qur’an, menghafalnya dan pandai membacanya.
    Sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:
    “Perumpamaan orang yang membaca Al Qur’an sedang ia hafal dengannya bersama para malaikat yang suci dan mulia, sedang perumpamaan orang yang membaca Al Qur’an sedang ia senantiasa melakukannya meskipun halite sulit baginya maka baginya dua pahala”.
    (Muttafaq ‘alaih)
  4. Pahala bagi orang yang anaknya mempelajari Al Qur’an.
    “Siapa saja membaca Al Qur’an, mempelajarinya dan mengamalkannya,maka dipakaikan kepada kedua orang tuanya pada hari Kiamat mahkota dari cahaya dan sinarnya bagaikan sinarmatahari dan dikenakan pada kedua orang tuanya dua perhiasan yang nilainya tak tertandingi oleh dunia seisinya. Keduanya (orang tua) pun bertanya, “bagaimana dipakaikan kepada kami semuanya itu?” Dijawab “karena anakmu telah membawa Al Qur’an”.
    (HR. Al-Hakim)
  5. Al Qur’an memberi syafa’at kepada ahlinya di akhirat.
    Sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:
    “Bacalah Al Qur’an karena ia akan dating pada hari kiamat sebagai pemberi syafa’at kepada para ahlinya”.Dan Sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam lainnya:
    “Puasa dan Al Qur’an keduanya akan memberikan syafa’at kepada seorang hamba pada hari kiamat”.
    (HR. Ahmad dan Al-Hakim)
  6. Pahala bagi orang yang berkumpul untuk membaca dan mengkajinya.
    Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
    “Tidak berkumpul suatu kaum di salah satu rumah Allah, sedang mereka membaca kitab-Nya dan mengkajinya, melainkan mereka akan dilimpahi ketenangan, dicurahi rahmat, diliputi para malaikat dan disanjungi oleh Allah di hadapan para makhluk dan di sisi-Nya”.
    (HR. Abu Dawud)
  7. Dapat menenteramkan hati.
    “(yaitu) orang-orang yangberiman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram”.
    (QS. Ar-Ra’d ayat 28)
  8. Dapat menyembuhkan penyakit.
    “Hendaknyakamu menggunakan kedua obat-obat: madu dan Al Qur’an”.
    (HR. Ibnu Majah dan Ibnu Mas’ud)
  9. Pembaca Al Qur’an dikaruniakan hatinya dengan cahaya oleh Allah dan dipeliharanya dari kegelapan.
    Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
    "Siapa yang mendengar satu ayat dari Kitab Allah Ta'ala (Al Qur'an) ditulis baginya satu kebaikan yang berlipat ganda. Siapa yang membacanya pula, baginya cahaya di hari kiamat".
  10. Pembaca Al Qur'an memperoleh kemuliaan dan diberi rahmat kepada ibu bapaknya.
    Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
    "Siapa yang membaca Al Qur'an dan beramal dengan isi kandungannya, dianugerahkan kedua ibu bapaknya mahkota di hari Kiamat. Cahayanya (mahkota) lebih baikdari cahaya matahari di rumah-rumah dunia. Kalaulah demikian itu matahari berada di rumahmu (dipenuhi dengan sinarnya), maka apa sangkaan kamu terhadap yang beramal dengan ini (Al Qur'an)".
    (HR. Abu Daud)
  11. Pembaca Al Qur'an memperoleh kedudukan yang tinggi dalam Syurga.
    Bersabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang maksudnya:
    Dikatakan kepada pembaca Al Qur'an, "Bacalah Al Qur'an, naiklah pada derajat-derajat syurga dan bacalah dengan tartil sebagaimana engkau membacanya dengan tartil di dunia. Sesungguhnya kedudukan derajatmu setinggi kadar akhir ayat yang engkau baca".
    (HR. Ahmad)
  12. Membaca satu huruf Al Qur'an akan memperoleh sepuluh kebaikan.
    Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
    "Barang siapa yang membaca satu huruf kitab Allah, maka ia akan mendapatkan satu kebaikan dengan huruf itu dan satu kebaikan akan dilipatgandakan menjadi sepuluh. Aku tidaklah mengatakan Alif Laam Miim itu satu huruf, tetapi Alif satu huruf, Lam satuhuruf dan Mim satu huruf".
    (HR. Tarmidzi)
  13. Orang yang membaca Al Qur'an secara terang-terangan seperti bersedekah secara terang-terangan.
    Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
    "Orang yang membaca Al Qur'an terang-terangan seperti orang yang bersedekah terang-terangan, orang yang membaca Al Qur'an secara tersembunyi seperti orang yang bersedekah secara sembunyi".
    (HR. Abu Dawud, Tarmidzi dan Nasa'i, lihat Shahihul Jaami' : 3105)
  14. Al Qur'an akan menjadi Syafaat bagi orang yang membacanya.
    Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda dalam salah satu Haditsnya:
    "Bacalah Al Qur'an karena ia akan datang pada hari kiamat untuk memberi Syafaat kepada orang yang telah membaca dan mengamalkan isinya".
  15. Al Qur'an adalah cahaya ditengah kegelapan.
    Sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:
    "Aku wasiatkan kepada kalian agar bertaqwa kepada Allah dan Al Qur'an. Sesungguhnya ia adalah cahaya kegelapan, petunjuk di siang hari makabacalah dengan sungguh-sungguh".
    (HR. Baihaqi)
  16. Ahlul Qur'an adalah keluarga Allah Subhanallahu Wa Ta'ala.
    Sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:
    "Sesungguhnya Allah mempunyai keluarga dari kalangan manusia. Beliau Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya siapa mereka wahai Rasulullah?. Beliau menjawab, "mereka adalah Ahlul Qur'an, mereka adalah keluarga Allah dan orang-orang khusus-Nya".(HR. Ahmad dan Ibnu Majah)
  17. Yang mahir membaca dia akan bersama malaikat dan yang terbata-bata mendapat dua pahala.
    Sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:
    "Orang yang mahir membaca Al Qur'an kelak (mendapat tempat di syurga) bersama para utusan yang mulia lagi baik. Sedangkan orang yang membaca Al Qur'an dan masih terbata-bata dan merasa berat dan susah maka dia mendapatkan dua pahala".
    Dua pahalaini, salah satunya merupakan balasan dari membaca Al Qur'an itu sendiri, sedangkan yang kedua adalah atas kesusahan dan keberatan yang dirasakan oleh pembacanya.


Demikian tujuh belas keutamaan yang Allah berikan kepada orang-orang yang membaca Al Qur'an sekaligus mengamalkan isi kandungannya.

Baca juga : Kita mengetahui, tapi sayang kita sering lalai

Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
"Sesungguhnya rumah yang di dalamnya dibacakan surat Al Baqarah, tidak akan bisa dimasuki setan".
(HR. Muslim)

Dari :
Kajian Rutin Selasa Pagi, Masjid Nurul Amin
Sebayu Triharjo Sleman Yogyakarta

Rabu, 13 Juli 2016

Perbuatan Syirik Tapi Sering Kita Ucapkan

Perbuatan syirik tapi sering kita ucapkan


Sebagai seorang muslim mungkin kita semua tahu dosa terbesar seorang manusia yang mungkin tidak akan diampuni oleh Allah, yaitu Syirik atau menyekutukan Allah. Tapi kita tidak banyak tahu perbuatan atau perkataan yang sangat sepele dan tanpa kita sadari bahkan sangat sering kita ucapkan sendiri maupun mendengar dari kebanyakan orang, dan itu juga termasuk syirik.

Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa syirik, dan dia mengampuni dosa yang berada di bawah syirik bagi siapa yang dikehendaki-Nya.
QS. An Nisa Ayat 116
Lalu apa sajakah perbuatan syirik yang sering kita ucapkan?

Mencela makhluk yang tidak bisa berbuat apa-apa

" Aduh sialan, mau kencan malah hujan deras, kacau nih acara..."
" Awas, jangan mengadakan hajatan pada bulan Suro!"
Perkataan diatas sepertinya lazim dan sangat sering kita dengar, padahal ucapan tersebut termasuk dosa Syirik. Sangat mudah sekali lidah mengucapkan hal-hal yang buruk yang tanpa kita sendiri sadari. Berkata, mencaci seperti diatas pada dasarnya telah mengganggu dan lebih parah lagi menyakiti yang telah menciptakan dan mengaturnya yaitu Allah.


Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,“Allah Ta’ala berfirman:
"Manusia menyakiti Aku; dia mencaci maki masa (waktu), padahal Aku adalah pemilik dan pengatur masa, Aku-lah yang mengatur malam dan siang menjadi silih berganti."
(HR. Bukhari dan Muslim) Sumber: rumaysho.com

Bersumpah dengan nama selain Allah

"Demi ayah dan ibuku, kamu tidak akan bisa lulus ujian".
"Demi roh penghuni makam ini, kamu jangan sesekali meludah disamping pagar makam ini"
Perkataan atau sumpah semacam ini juga sudah sangat lazim kita dengar, bersumpah dengan dengan menyebut nama selain Allah diharamkan dan termasuk Syirik, karena perkataan tersebut berarti dalam hati dan lisan yang mengucapkannya telah mengagungkan selain Allah. Perkataan seperti ini sangat berat ancamanya bahkan bisa mengeluarkan seseorang dari Islam.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda yang artinya:
”Barangsiapa bersumpah dengan nama selain Allah, maka ia telah berbuat kekafiran atau kesyirikan.”
(HR. Tirmidzi dan Hakim dishahihkan Syaikh Al Albani dalam Shohihul Jaami’)
Sumber: rumaysho.com

Menyandarkan nikmat kepada selain Allah

"Kalau bukan karena ayahku, mana mungkin aku bisa mempunyai rumah semewah ini!"
Perkataan Syirik seperti ini juga sangat mudah diucapkan manusia, karena perkataan tersebut mengandung kekufuran kepada Allah, mengandung pengingkaran atas nikmat yang telah Allah karuniakan.

Baca juga: Celaka! Sungguh celaka



Marilah kita semua mulai saat ini lebih berhati-hati dalam menjaga lisan dan perkataan kita, selalu berdoa agar kita semua dihindarkan dari perbuatan syirik. Semoga tulisan singkat ini bisa menambah wawasan kita untuk selalu terus meperbaiki diri.

Sabtu, 25 Juni 2016

Empat golongan orang yang dirindukan surga

4 ahli surga


Siapa yang mau masuk Surga? Pertanyaan yang sudah pasti kita akan tahu jawabannya. Entah itu seorang pemabuk, ahli maksiat, koruptor, perampok, pezina, pembunuh, pastinya jika ditanya semacam itu jawabanya pasti mau, ingin masuk Surga. Yang jadi pertanyaan apakah mereka itu bisa masuk Surga? Apakah masuk kriteria sebagai penghuni Surga? atau apakah Surga mau dihuni oleh orang-orang semacam itu?. Ternyata Surga sudah punya kriteria sendiri, yaitu golongan orang yang dirindukan oleh Surga, dinantikan kehadiranya kelak, apakah kita termasuk golongan ini?

Rasulullah SAW bersabda:
"Surga itu merindukan kepada 4 golongan: orang yang senantiasa membaca Al Quran, orang yang selalu menjaga lidah, orang yang memberi makan orang yang sedang kelaparan, dan orang-orang yang berpuasa pada bulan Ramadhan."


Pertama:
Orang yang gemar membaca Al Quran.

Kita tahu bahwa Al Qur'an selain menjadi kitab suci umat Islam juga merupakan pedoman hidup seluruh umat manusia. Banyak sekali keutamaan yang terkandung dalam Al Qur'an ini. Ketika membacanya satu huruf saja maka ia mendapat sepuluh kebaikan. Bagaimana kalo kita secara rutin dan teratur selalu membaca Al Qur'an ini dengan baik dan benar, selain itu juga mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
baca juga
5 Aplikasi Android Islami Terbaik
Seperti pada bulan Ramadhan, aktifitas membaca Al Qur'an sangat ramai (tadarus), baik itu dimasjid maupun dirumah. Kegiatan Tadarus Al Qur'an pada hakekatnya adalah untuk mempelajari, meneliti, menelaah, mengkaji serta mengambil makna yang terkandung didalamnya sehingga pengetahuan tentang cara membaca dan memahami isi bisa dikaji lebih mendalam untuk diamalkan dalam keseharian.


Kedua:
Orang yang menjaga lisan atau lidah.

Sebuah hadis Nabi SAW dalam kitab sahih Bukhari:

"Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah berkata yang baik atau hendaklah diam."

Sepertinya memang hal yang sangat ringan, namun ada ungkapan bahwa lidah atau perkataan ini lebih tajam dari sebuah pedang, dan memang benar adanya. Oleh karena itu dalam hadis diatas disebutkan bahwa menjaga lisan termasuk segolongan orang yang dirindukan kehadiranya di Surga. Pada era digital seperti sekarang ini, menjaga lidah tidak hanya menjaga perkataan, maraknya aplikasi pesan dan makin canggihnya telepon pintar, sangat memudahkan orang untuk berkomunikasi satu sama lain. Menjaga lisan juga termasuk didalamnya untuk menjaga perkataan dalam bentuk tulisan atau chatting.

Ketiga:
Orang yang memberi makan orang lain yang sedang kelaparan.

Memberi makan atau menafkahkan sebagian harta kepada orang yang sedang kelaparan seperti fakir miskin, yatim piatu atau anak terlantar. Karena pada hakikatnya pada harta kita terdapat hak-hak mereka. Insya Allah jika kita memberikan hak mereka maka kita akan mendapatkan pahala, sebagaimana hadis yang diriwayatkan Imam Turmudzi bahwa orang yang memberi makan atau minum, walaupun hanya seteguk air dan sebutir kurma kepada orang yang berbuka puasa, pahalanya sama dengan orang yang puasa itu, tidak dikurangi sedikitpun. Orang yang enggan atau bahkan tidak mau memberi makan kepada orang yang sedang kelaparan, terutama fakir miskin dan anak yatim sama halnya mendustakan agama, seperti firman Allah dalam QS Al Maun ayat 1-3

"Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? Itulah orang yang menghardik anak yatim. Dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin. …"



Keempat:
Orang yang berpuasa di bulan Ramadhan.

Sebagai seorang muslim menjalankan puasa di Bulan Ramadhan wajib hukumnya, oleh karena pahala puasa di bulan Ramadhan ini sangat besar dan barangsiapa meninggalkan kewajiban ini akan mendapatkan dosa. Keutamaan menjalankan puasa di bulan penuh rahmat ini bahkan bisa menghapuskan dosa-dosa yang telah lalu, diampuni oleh Allah. Seperti disebutkan dalam hadis berikut ini:

"Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan, karena iman dan ikhlas, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR. Bukhari Muslim)



Demikianlah empat golongan orang yang dirindukan oleh surga. Semoga kita termasuk didalamnya. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua dan kita termasuk ke dalam empat golongan tersebut, dan juga agar kita dapat mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Amiin ya Robbal Alamiin.

(dirangkum dari berbagai sumber)

Kamis, 23 Juni 2016

Kejamnya waktu Shubuh

keutamaan waktu shubuh


Saya yakin di antara kita sudah mengetahui keistimewaan waktu Subuh. Hari ini ada baiknya kita melihat waktu Subuh dengan kacamata yang lain, yaitu dari bahaya waktu Subuh bila kita tidak dapat memanfaatkannya.

Allah bersumpah dalam Al Fajr : "Demi fajar (waktu Subuh)".

Kemudian dalam Al Falaq Allah mengingatkan:
"Katakanlah! aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai waktu subuh".

Ada apa dibalik waktu Subuh? Mengapa Allah bersumpah demi waktu Subuh? Mengapa harus berlindung kepada yang menguasai waktu Subuh? Apakah waktu Subuh sangat berbahaya?

Ya, ternyata waktu Subuh benar-benar sangat berbahaya!
Waktu Subuh lebih kejam dari sekawanan perampok bersenjata api.
Waktu Subuh lebih menyengsarakan dari derita kemiskinan.
Waktu Subuh lebih berbahaya dari kobaran api yang disiram bensin.


Jika ada sekawanan perampok menyatroni rumah anda, dan mengambil paksa semua barang anda. Emas dan semua perhiasan digondolnya. Uang cash puluhan juta ditilepnya. Laptop, yang berisi data-data penting anda juga diembatnya. Eh, mobil yang belum lunas juga digasaknya. Bagaimana rasa pedih hati anda menerima kenyataan ini?

Ketahuilah, bahwa waktu Subuh lebih kejam dari perampok itu. Karena jika anda tertindas sang waktu Subuh sampai melalaikan shalat fajar, maka anda akan menderita kerugian lebih besar dari sekedar laptop dan mobil. Anda kehilangan dunia dan segala isinya.

Ingat,!!
"Dua rakaat fajar lebih baik dari dunia dan segala isinya"

(HR Muslim).


Waktu Subuh juga lebih menyengsarakan dari sekedar kemiskinan dunia. Karena bagi orang-orang yang tergilas waktu Subuh hingga mengabaikan shalat Subuh berjamaah di masjid, maka hakikatnya, merekalah orang-orang miskin sejati yang hanya mendapatkan upah 1/150 (0,7%) saja pahala shalatnya.

"dan barangsiapa yang shalat Subuh berjamaah, maka ia bagaikan shalat semalam suntuk"
(HR Muslim).


Shalat semalam suntuk adalah shalat yang dikerjakan mulai dari tenggelamnya matahari sampai terbit fajar. Fantastis! Shalat selama sepuluh jam, atau kurang lebih 150 kali shalat! Betapa agung fadilah shalat Subuh berjamaah ini. Betapa malangnya orang yang tergilas waktu Subuh, orang-orang yang mengabaikan shalat subuh berjamaah di masjid.

Waktu Subuh juga lebih berbahaya dari kobaran api yang disiram bensin. Mengapa demikian? Tahukah anda bahwa nabi menyetarakan dengan orang munafik bagi yang tidak mampu melaksanakan shalat Subuh berjamaah?

"Sesungguhnya tiada yang dirasa berat oleh seorang munafik, kecuali melaksanakan shalat Isya dan shalat Subuh. Sekiranya mereka tahu akan keagungan pahalanya, niscaya mereka bakal mendatanginya (ke masjid, shalat berjamaah) sekalipun harus berjalan merangkak-rangkak"
(HR Bukhari Muslim).

Orang yang tergerus waktu Subuh hingga tak mampu mendatangi masjid untuk shalat berjamaah adalah orang yang dalam keadaan bahaya, karena disetarakan dengan orang munafik. Padahal, ancaman bagi orang munafik adalah neraka Jahannam.

"Sesungguhnya Allah akan mengumpulkan orang-orang munafik dan orang-orang kafir di dalam Jahannam" (An Nisa:140).




Bukankah Jahannam lebih berbahaya dari sekedar kobaran api yang disiram bensin?

Nah, agar tidak merasakan tindasan waktu Subuh yang lebih kejam dari perampokan, agar tidak terkena gilasan waktu Subuh yang lebih menyengsarakan dari derita kemiskinan, dan agar tidak tertelan gerusan waktu Subuh yang lebih berbahaya dari kobaran api, maka: "Katakanlah! aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai waktu subuh" (Al Falaq:1). Yaitu dengan memanfaatkan waktu Subuh sebaik-baiknya. Lakukan shalat sunnah qabliyah Shubuh (shalat fajar) dan shalat Shubuh berjamaah di masjid.

Semoga bermanfaat dan dapat diambil Hikmahnya.

(Abu Qomar Al Faruq)
Images : http://bahasa.aquila-style.com/

Apa itu Hailulah, Qailulah dan Ailulah

Hailulah, Qailulah dan Ailulah

Banyak dari kita mungkin tidak mengetahui bahwa dalam Islam, tidurpun ada tuntunannya. Selain adab, doa sebelum dan sesudah tidur, ternyata ada beberapa waktu tidur yang sangat dilarang ataupun dianjurkan (utama) selain mengikuti sunnah, beberapa larangan tidur diwaktu tertentu juga bisa berakibat buruk bagi kesehatan.

HAILULAH adalah :
Tidur sehabis melaksanakan sholat subuh, dinamakan demikian karena tidur tersebut dapat menghalangimu dari rejeki yang ALLAH SWT tebar pada waktu pagi hari.

QAILULAH adalah :
Tidur sebelum melakukan sholat dhuhur sekitar 26 - 30 menit sebelum dikumandangkannya adzan dhuhur, tidur jenis ini sangat bemanfaat dan sangat dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW.



Diriwayatkan ketika musim panas Rasulullah tidur sebelum Dzuhur dan ketika musim dingin beliau Nabi Muhammad tidur setelah Dzuhur

'AILULAH adalah :
Tidur sehabis melakukan sholat ashar, tidur jenis satu ini dapat menyebabkan berbagai penyakit, diantaranya adalah : sesak napas, murung dan gelisah.

Karena jarang diantara kita yang memahami apa itu QAILULAH, HAILULAH & 'AILULAH
sehingga bermanfaat bagi semua dan terhindar segala macam penyakit, hissiyyah ataupun ma'nawiyyah.


Amiin Ya Robbal 'Alamiin
Wallahu`alam

Image : http://odishasuntimes.com/

Rabu, 22 Juni 2016

Kisah Nabi Yusuf

nabi yusuf


Seandainya kalau di ceritakan kepada kita tentang kisah Nabi Yunus 'alahissalam selain apa yang ada di dalam Al Qu'ran dan As Sunnah maka kita tidak akan mempercayainya.

Banyak orang yg tidak mengetahui permulaan kisah nabi Yunus 'alaihissalam!
Ia menyeru kaumnya, dalam waktu yang lama. Tapi mereka berpaling darinya, maka ia pun pergi meninggalkan mereka sebelum Allah mengizinkannya karena ia menyangka mereka tidak akan mendapatkan hidayah.

Lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya)", Nabi Yunus menyangka bahwa Allah tidak akan menegur perbuatannya.

Lalu ia menaiki sebuah kapal bersama beberapa orang lainnya, saat itu cuaca sangat cerah.
Di tengah laut, tiba-tiba muncullah ombak besar dan bergemuruh, maka mereka sepakat meringankan beban kapal dan menurunkan sebagian penumpangnya.

Maka mereka memulai mengundi dan setelah 3 kali undian, muncul nama Nabi yunus! Maka ia pun turun.. Yang kemudian kisah ketika ia berada dalam perut ikan di abadikan Allah sepanjang masa.



Buatlah suatu prinsip teguh dalam hidupmu! Yaitu jika kamu bermaksiat kepada Allah atau melanggar perintahNya, maka siapkan dirimu untuk menerima hukuman dariNya, Allah berfirman: "Barangsiapa yang mengerjakan keburukan maka akan ia akan memperoleh balasannya".

Yang menakjubkan adalah ketika Nabi Yunus kembali dari ujian dalam perut ikan ke kaumnya, ia mendapatkan kaumnya telah beriman kepada Allah. Maka jangan pernah berputus asa dari mendakwahi orang lain, meskipun dia pembangkang dan suka bermaksiat.

Ada sebuah hikmah pada peristiwa undian dan keluarnya nama Nabi Yunus 'alahissalam, bahwa kadang dalam hidup kita merasa bahwa Allah menginginkan sesuatu pada kita, akan tetapi kita membencinya! Padahal ada kebaikan di balik itu!

Adapun ketetapan bahwa Allah menghukum orang yang berbuat dosa. Lihatlah sisi positifnya bahwa Allah ingin membersihkanmu dari dosa tersebut dan bukan untuk balas dendam.

Allah memerintahkan ikan paus yang berada di kedalaman laut untuk menelan Nabi Yunus tapi tidak meremukkan tulangnya dan tidak pula memakan dagingnya. Padahal dalam perut ikan paus ada panas yang dapat melebur besi sekalipun!

Jika Allah menjaga Nabi Yunus dari panas perut ikan paus, maka ketahuilah bahwa Allah 'azza wa jalla kadang menguji kamu dan tetap menjagamu untuk mengangkat derajatmu dan mengampuni dosamu.

Tidak ada yang bermanfaat bagi Nabi Yunus ketika dalam perut ikan paus, kecuali imannya kepada Allah, ilmu dan amal shalihnya! Maka berbekallah untuk Allah yang dapat bermanfaat bagimu dalam perut ikan 'kesedihanmu'!

Ketika Nabi Yunus mengetahui bahwa dia berada dalam sebuah tempat yang tidak ada satu orangpun yang bisa melihat dan mendengarnya, maka ia mengetahui bahwa tidak ada yang bermanfaat baginya kecuali memohon pertolongan dari Allah semata!



Kadang dalam hati dan ruh kita ada rasa sakit, cemas, khawatir, takut dan gelisah yang tidak ada yang tau kecuali Allah, maka obati semua itu dengan sujud kepadaNya! Seketika semua perasaan sakit itu akan sirna..

Ada 3 kegelapan: 
1. Kegelapan perut ikan,
2. Kegelapan malam dan 
3. Kedalaman laut.

Kadang kita merasa tenggelam dalam kegelapan kesedihan kita..Maka hapuslah kegelapan itu dengan cahaya doamu!



by Lafie Al 'auni
mawaddahcenter.com
Photo andaluciaabrar.files.wordpress.com

Selasa, 21 Juni 2016

Membangun Rumah di Akhirat

ibadah membangun rumah di akhirat

Ibadah yg kita kerjakan di dunia ini, tak lain adalah 'rumah' yang sedang kita bangun untuk kita tempati nanti setelah pensiun dari kehidupan dunia

Renungan Muhasabah, 

Alkisah seorang Tukang Bangunan yang telah bertahun-tahun lamanya bekerja pada seorang Pemborong.

Iapun bermaksud mengajukan pensiun kepada sang pemborong,
karena ingin memiliki banyak waktu untuk keluarganya.

Si Pemborong berkata,
"Saya setujui permohonan pensiun Anda tapi dengan satu syarat Anda bangun dahulu satu rumah terakhir sebelum Anda pensiun".

Si Tukang Bangunan segera membangunnya.
Karena kejar tayang ingin cepat selesai,
iapun mengerjakannya rumah tersebut dengan asal-asalan,..... dan asal jadi.

Selesai sudah bangunan terakhir yg ia buat.
Ia serahkan kunci rumah kepada sang Pemborong.

Sang Pemborong pun tersenyum dan berkata,
"Rumah ini adalah hadiah untukmu, karena telah lama bekerja bersamaku."

Terkejutlah si Tukang Bangunan itu,......  ada rasa sesal....... kenapa rumah, yang akhirnya hendak ia tempati itu,..... dikerjakannya secara asal-asalan.

Dari cerita diatas, kita bisa mengambil hikmah bahwa
Ibadah yang kita kerjakan di dunia ini, tak lain adalah 'rumah' ..... yang sedang kita bangun untuk kita tempati nanti.... setelah pensiun dari kehidupan dunia ini.



Jangan sampai kelak kita menyesal,.... karena kita menempati "rumah buruk"
yang kita bangun asal-asalan.

Semoga Allah selalu memberi hidayah untuk kita semua

Amiin

Sumber : Whatsapp

Minggu, 19 Juni 2016

Kapan waktu mustajab untuk berdoa saat berpuasa

waktu mustajab berdoa saat puasa




Sy. Dr. Abdul Bari bin Hammad al-Anshari:
"Intinya tidak ada satupun hadits atau atsar yg valid (shahih) yg mengkhususkan waktu berbuka utk mustajabnya doa orang yg berpuasa.

Yang valid, bahwa semua waktu puasa adalah waktu mustajab utk berdoa, dan ini adalah keluasan karunia Allah utk orang yg berpuasa.

Adapun waktu berbuka; maka itu waktu yg terbatas, dan saat itu hati orang yg berpuasa sibuk memikirkan dekatnya waktu berbuka dan kegembiraan dia karenanya. Belum lagi (ketika itu), disunnahkan utk menyegerakan buka puasa dan tidak menyibukkan diri dg sesuatu yg mengakhirkan buka puasanya (walaupun hal itu adalah doa).



Maka harusnya orang yg berpuasa mencari-cari waktu berdoa itu di sepanjang harinya, yakni ketika pikirannya bisa konsen, dan hatinya kosong dari beban dan kesibukan.

Dan hendaknya dia memperbanyak doa dg menampakkan kefakiran dan sangat butuhnya dia kepada Allah azza wajall, maka doa itu akan lebih mustajab, karena padanya ada banyak sebab yg menjadikan doanya diijabahi. Wallohu a'lam".

Ustadz Ad Dariny

@kajianislam

Celaka Sungguh Celaka

 Celaka Sungguh Celaka

Sahabat...

Suatu ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: 

"Sesungguhnya Jibril ('Alaihissalam) telah membisikkan (doa) kepadaku. Dia berkata, "Celakalah orang-orang yang mendapati bulan Ramadhan. kemudian Ramadhan pergi, tetapi dosanya tidak juga diampunkan'. Lalu akupun mengaminkan doa tersebut." (HR. Al-Hakim)



Sahabat... 

Bila Jibril berdo'a lalu Nabi mengaminkan, apakah kau tau artinya itu..? 

Itu artinya bahwa pengabulan Allah merupakan satu hal yang niscaya.

Aduhh.. alangkah ruginya.. 

Duhai diri.. 

Maukah engkau didoakan agar celaka..? Maukah..? 

Sudah pasti tidak.. 

Tidak ada siapapun yang mau ditimpa kecelakaan itu.
Celaka di bulan yang mulia.
Celaka karena menolak tawaran pengampunan dari Allah Yang Maha Pengampun.

Semoga kita terhindar daripada kecelakaan itu..
amin.. 

Sahabat... 

Kini kita masih di litur pertama Ramadhan...
(8 Ramadhan, pen)

Malam ini dan seterusnya kita masih bisa mengejar ketertinggalan itu.. 

Sebelum Ramadhan benar-benar pergi meninggalkan kita..
Jamulah ia dengan jamuan terbaik.

Persembahkan untuk-Nya sebaik-baik amal..
Persembahkanlah sholat yang terbaik, dzikir yang khusyuk, tilawah yang penuh tadabbur, serta qiyam Ramadhan yang penuh ihtisab..


Karena boleh jadi ini adalah Ramadhan yang terakhir buat kita.. 

Semoga dengan jamuan terakhir itu, Allah berkenan menutupi kelalaian kita disepanjang Ramadhan yang telah kita lalui..
Amin..


Oleh : Ustadz Aan Chandra Thalib, Lc

Tips menjelang 10 malam terakhir Ramadhan

tips puasa tips ramadhan malam terakhir ramadhan



Berikut tips menjelang 10 malam terakhir Ramadhan yang Arrahmah kutip dari Syaikh Tawfique Chowdhury, CEO Merci Mission, dan diterjemahkan Ustadz Hilman Rosyad Lc. Bismillah.

1. Mulailah dengan niat yang bersih dan tulus. Jika sampai hari ini ibadah terasa belum maksimal, bersiaplah untuk memaksimalkannya. Jika kau benar2 ingin memperbaikinya, masih ada waktu!

2. Hari ini, bacalah tafsir surat Al-Qadr, dan pahami apa yg sesungguhnya terjadi pada lailatul qadr. Kau akan merasakan keagungan dan kekuatannya insyaa Allaah.

3. Jangan menunggu hingga malam ke 27 untuk mengerahkan segalanya. Seluruh malam dari 10 malam terakhir seharusnya jadi targetmu. Bangunlah setiap malamnya. Jangan sampai laylatul qadr terlewati begitu saja.


4. Jangan ikut-ikutan dengan perayaan-perayaan atau kegiatan-kegiatan yang diada-adakan (bid'ah) oleh kelompok-kelompok tertentu. Ikutilah sunnah Nabi shalallaahu 'alaihi wasallam. Tuntunan beliau adalah: "Barangsiapa yang berjaga (tidak tidur) dan berdoa pada malam lailatul qadr dengan iman dan pengharapan akan ganjarannya, dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni."

5. Hafalkan doa malam lailatul qadr yang diajarkan Rasulullaah shalallaahu 'alaihi wasallam ini : Allaahumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwa fa' fu'anni (Yaa Allah, Engkau maha pengampun dan menyukai pengampunan, maka ampunilah aku).

6. Siapkan daftar pendek doa-doa untuk dipanjatkan. Ingat, ini adalah waktu yang sangat istimewa bagi seorang hamba. Malam Qadar! Malam ditetapkannya takdir! Pilihlah doa doa terbaik untuk agamamu, dunia akhiratmu dan keluargamu. Jangan lupakan saudara-saudaramu Muslimin yang tengah kesusahan di berbagai belahan dunia.

7. Sempatkan tidur siang sejenak jika memungkinkan. Jagalah perutmu agar tidak terlalu kenyang dan tidurlah segera setelah isha dan tarawih sekadar untuk menyegarkan diri. Lalu bangunlah untuk beribadah.

8. Jangan lupakan keluargamu! Rasulullah membangunkan para istrinya pada malam-malam ini. Anak-anak pun bisa diajak beribadah untuk beberapa saat, walau mungkin tidak selama orang dewasa. Siapkan, semangati dan motivasi mereka!

9. Cara kita berpakaian dan mempersiapkan diri berpengaruh secara psikologis. Pakailah pakaian yang bagus dan wewangian (khusus di rumah untuk wanita) ketika beribadah.

10. Pilihlah spot khusus yang kondusif untuk beribadah, apakah itu di masjid atau di rumah. Letakkan sajadah, mushaf dan air minum sehingga kita tidak perlu beranjak dari sana jika perlu minum.


11. Ini BUKAN malam untuk pasang status (misalnya : "Alhamdulillaah, nikmatnya bermunajat kepada-NYA malam ini" dsb) di FB atau media sosial apapun. Biarlah itu jadi rahasia indah antara hamba dengan Rabb-nya. Maka, matikan dulu HP, tablet dan komputer. Putuskan dulu hubungan dengan dunia, dan nikmati jalinan hubungan dengan al-'Afuww!

12. Jika mengantuk, maka variasikan bentuk ibadah antara shalat, bermunajat dan membaca Qur'an. Lakukan bergantian. Jangan habiskan malam untuk mendengarkan ceramah atau tilawah, atau kalau sangat ngantuk, dengarkan sebentar saja untuk mengusir kantuk.

13. Sabar adalah kuncinya. 10 malam terakhir mungkin akan sangat melelahkan. Anda mungkin masih harus bekerja, sekolah atau aktifitas lainnya. Ini adalah saat untuk bersabar dengan kelelahan itu. Ingatlah Allah telah menganugrahimu dengan kesempatan berharga (akan luasnya ampunan)yang mungkin saja tidak datang lagi. Bukankah kita akan berlari walau apapun yang terjadi jika kita tahu pasti bahwa ini adalah ramadhan terakhir kita dan surga hanya selangkah lagi?


14. Ini yang paling penting : husnudzhon lah kepada Allah. Ketika bermunajat, ingatlah kau sedang meminta pada Raja Yang Maha Pemurah. Jika kau berharap yang terbaik, Dia akan memberimu yang terbaik. Jangan ragu-ragu, yakinlah dan tumpahkan seluruh isi hatimu di hadapan-NYA. Jangan biarkan keragu-raguan dan prasangka buruk menjauhkanmu dari Arrahman Arrahiim.

Allahumma ballighna lailatal qadr. Aammiin.

(adibahasan/arrahmah.com)

Sabtu, 18 Juni 2016

Hubungan Kita dan Anak, Kini dan Nanti

hubungan kita dengan anak


Pada saatnya anak-anak akan pergi, meninggalkan kita, sepi...

Mereka bertebaran di muka bumi untuk melaksanakan tugas hidupnya; berpencar, berjauhan.

Sebagian di antara mereka mungkin ada yang memilih untuk berkarya dan tinggal di dekat kita agar berkhidmat kepada kita.

Diantara mereka ada yang merelakan terlepasnya sebagian kesempatan untuk meraih dunia karena ingin meraih kemuliaan akhirat dengan menemani dan melayani kita.

Tetapi pada saatnya, kita pun akan pergi meninggalkan mereka.

Entah kapan.

Pergi dan tak pernah kembali lagi ke dunia ini....

Kematian adalah perpisahan yang sesungguhnya; berpisah dan tak pernah lagi berkumpul dalam kemesraan penuh cinta.

Orangtua dan anak hanya berjumpa nanti di hadapan Mahkamah Allah Ta'ala... ada yang saling menjadi musuh satu sama lain, saling menjatuhkan.

Ada anak-anak yang terjungkal ke dalam neraka itu tak mau menerima dirinya tercampakkan sehingga menuntut tanggung-jawab orangtua yang telah mengabaikan kewajibannya mengajarkan agama.



Adakah itu termasuk kita?

Alangkah besar kerugian di hari itu jika anak dan orangtua saling menuntut di hadapan Mahkamah Allah Ta'ala.

Inilah hari ketika kita tak dapat dibela pengacara, dan para pengacara tak dapat membela diri mereka sendiri.

Lalu apakah yang sudah kita persiapkan untuk mengantarkan anak-anak pulang ke kampung akhirat?

Dan dunia ini adalah ladangnya...

Kematian itu adalah perpisahan sesaat; amat panjang masa itu kita rasakan di dunia, tapi amat pendek bagi yang mati.

Anak-anak berpisah dengan kita untuk kemudian dikumpulkan kembali oleh Allah SWT.

Tingkatan amal kita dan anak-anak boleh jadi tak sebanding... entah mana yang lebih tinggi... Allah Ta'ala saling susulkan di antara mereka kepada yang amalnya lebih tinggi.

Allah Ta'ala berfirman:

"Dan orang-orang yang beriman dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan Kami tiada mengurangi sedikit pun dari pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya."

(QS. Ath-Thuur, 52: 21).


Diam-diam bertanya, adakah kita termasuk yang demikian ini?

Saling disusulkan kepada yang amalnya lebih tinggi.

Termasuk kitakah?

Adakah kita benar-benar mencintai anak kita?


Kita usap anak-anak kita saat mereka sakit.
Kita tangisi mereka saat terluka.

Tapi adakah kita juga khawatiri nasib mereka di akhirat sebagaimana diantara kita mengkhawatirkan nasib kita "nanti" nya

Kita bersibuk menyiapkan masa depan mereka.

Bila perlu sampai letih badan kita.

Tapi disamping untuk diri kita sendiri... adakah kita berlaku sama untuk "masa depan" mereka yang sesungguhnya di kampung akhirat?

Tengoklah sejenak anakmu.

Tataplah wajahnya. Adakah engkau relakan wajahnya tersulut api nereka hingga melepuh kulitnya?

Ingatlah sejenak ketika engkau merasa risau melihat mereka bertengkar dengan saudaranya.

Adakah engkau bayangkan ia bertengkar denganmu di hadapan Mahkamah Allah Ta'ala karena lalai menanamkan tauhid dalam dirinya?

Ada hari yang pasti ketika tak ada pilihan untuk kembali.

Adakah ketika itu kita saling disusulkan ke dalam surga atau saling bertikai?

"Maka, mari cintai anak-anak kita untuk selamanya!"

Bukan hanya untuk hidupnya di dunia.


Cintai mereka sepenuh hati untuk suatu masa ketika tak ada sedikit pun pertolongan yang dapat kita harap kecuali pertolongan Allah Ta'ala.

Cintai mereka dengan pengharapan agar tak sekedar bersama saat dunia, lebih dari itu dapat berkumpul bersama di surga.

Cintai mereka seraya berusaha mengantarkan mereka meraih kejayaan, bukan hanya untuk kariernya di dunia yang sesaat.

Lebih dari itu untuk kejayaannya di masa yang jauh lebih panjang.

Masa yang tak bertepi...



(Tulisan asli dari Mohammad Fauzil Adhim penulis buku best seller "Segenggam Iman untuk Anak dan Saat Berharga untuk Kita")

Puasa, Kembali ke Asal ?

puasa ramadhan kembali ke asal

Alangkah hebatnya kalian, umat muslim, melakukan puasa selama 30 hari…. Pasti banyak sekali
dana yang bisa dibagikan pada orang yang kurang beruntung

Hhhhhh...... memang agak malu setelah membaca tulisan yang sangat bagus ini, lebih-lebih seperti saat ini di Bulan Ramadhan. Yang pasti bisa buat pelajaran kita semua untuk terus memperbaiki amal kita baik di bulan Puasa ataupun hari biasa. Tulisan ini juga seperti yang lainnya kami dapat dari BC tidak beraturan aplikasi pesan di Android..... judul asli tulisan ini adalah : Puasa, "Return to the Origin" hhhh .... tulisan bagus.



Setiap tiba bulan puasa saya selalu mengenang Jean dan Garry, penganut ajaran Mormonisme, sebuah sekte Kristiani, yang saya kenal di tahun 2001. Pasangan dari Idaho-USA ini rajin puasa seminggu sekali. Selama puasa, sejumlah pengeluaran yang biasa digunakan untuk makan itu mereka sumbangkan untuk kegiatan bakti sosial di seluruh dunia. Kami berjumpa ketika mereka sedang bertugas mengalokasikan dana sekitar 6 milyar rupiah ke Indonesia, dana yang terkumpul dari ibadah puasa umat Mormon yang konon minoritas di negerinya, Amerika itu. “Mengapa memilih Indonesia?” tanya saya. “Tidak hanya Indonesia. Kami juga melakukan bakti sosial ke negara-negara lain. Bagi kami semua manusia sama, karena kita tinggal di planet yang sama,” jawab Garry.

Bulan Ramadhan tahun berikutnya kami bertemu lagi. Dengan penuh hormat Jean menggenggam tangan saya dan berkata: “Alangkah hebatnya kalian, umat muslim, melakukan puasa selama 30 hari…. Pasti banyak sekali dana yang bisa dibagikan pada orang yang kurang beruntung….”

Saya merasa sedikit malu mengenang sinar mata Jean ketika mengucapkan kekaguman yang salah alamat itu. Barangkali karena saya tidak pernah mempersoalkan ritual bulan puasa kita yang lucu. Misalnya:

Kita memang tidak makan apa-apa sepanjang siang, tapi pengeluaran untuk makan selama bulan puasa malah lebih banyak dari biasanya. Ketika puasa baru berjalan setengah putaran, kita malah belanja lebih banyak lagi demi persiapan merayakan ‘kemenangan’ -yang belum tentu kita pahami di akhir puasa nanti. Jika sebelum puasa mungkin ada sedikit uang, pada akhir puasa tampaknya harus ada tekad besar untuk ‘menambal galian lubang’ di kocek kita, supaya bisa bikin lubang dengan tenang di bulan puasa tahun berikutnya.



Dan itu masih belum apa-apa. Di daerah tapal kuda Jawa Timur dikenal istilah “telasan” yang berarti “habis-habisan belanja”, yang dilakukan selama seminggu setelah puasa berakhir. Tampaknya memang begitu cara kita menjalani bulan puasa. (“Kita?”, tanya seorang teman. “Elo aja kalee…”)

“Tuhan sendiri yang merancang dan memerintahkan puasa, jadi mestinya puasa lebih dari sekedar menghilangkan atau menggeser jadwal makan siang”, begitu kata teman saya lainnya. Puasa membuat tubuh belajar mengenali perbedaan antara keinginan dan kebutuhan. Keinginan memang bisa macam-macam sekali; maunya ada nasi soto, sate, lotek, atau burger. Padahal kebutuhan di baliknya ya cuma mengisi perut.Perhatian pada kebutuhan, bukan keinginan, akan membuat kita mengenali kembali kata ‘cukup’, kata yang sudah lama kita abaikan. Memahami kata ‘cukup’ justru akan membuat kita makan seperlunya, belanja seperlunya, beraktivitas seperlunya, dan ber-apa saja seperlunya….

Keinginan juga bisa membuat kita tidak merasa cukup dengan rasa asli makanan yang diolah sekedarnya. Kita terbiasa dengan ekstra garam, gula, dan zat tambahan lain, yang semua itu fungsinya hanya memperdaya lidah dan ‘tombol lapar’ kita, membuat kita terjebak dalam urusan perut. Kini terbukti bahwa kita merupakan generasi yang tubuhnya tak perlu dilemahkan oleh penyakit aneh-aneh dari luar. Gaya hidup kita saja sudah cukup untuk menyakiti diri kita sendiri.



Beruntung ada bulan puasa, bulan yang bisa dimanfaatkan untuk mengenal kembali rasa asli makanan alami. “Setelah seharian menahan lapar, mestinya tidak sulit untuk merasa cukup denganan menyantap pisang tanpa zat tambahan sebagai makanan pembuka, sebagaimana Rasul menyantap buah kurma segar”, begitu kata teman saya. (Saya jadi bertanya-tanya dalam hati, bagaimana kalau puasa malah membuat kita menjadi ‘pendendam’ yang ingin menebus keterbatasan di siang hari dengpelampiasan yang hebat di malam hari ?)

Tapi memang rasa cukup itu hal yang paling mewah di dunia. Konon kata para sufi, rasa cukup itu identik dengan merasa kaya, bahkan bisa menjadikan kita lebih kaya harta dari sebelumnya. (Tentu saja, karena rasa cukup ini membuat kita tidak perlu ganti HP, ganti mobil, atau ganti pacar tiap tahun kan? “Iya, tidak perlu tiap tahun. Cukup tiap 2-3 tahun”, celetuk teman saya yang lain lagi.) Rasa cukup itu bahasa Inggrisnya ‘contented’ alias puas dan senang. “Enough is equal to a feast”, kata pepatah bule. (Rasa cukup itu sepadan dengan kepuasan besar.) “He who knows not when he has enough is poor,” kata pepatah Jepang. (Orang yang tidak tahu arti cukup adalah orang miskin.) Orang yang tidak merasa cukup akan menjadi … P.E.R.U.S.A.K, kata seorang teman. Lho, kok bisa?

Rasa tidak cukup itu akan membuat kita sibuk menginginkan hal-hal yang tidak kita miliki, sehingga mengabaikan hal-hal yang kita miliki. Pengabaian itu membuat apa yang sebenarnya kita miliki itu ‘memberontak’, menjauh, melemah, hingga menghilang. Ada perempuan yang sibuk memoles diri agar bisa secantik selebriti, hingga mereka lupa memberi dukungan pada pesona uniknya sendiri. Ada orang tua yang sibuk mengejar kekuasaan dan kekayaan materi, hingga melupakan investasinya yang paling berharga, yaitu kekayaan batin si buah hati.


Saatnya kembali ke titik awal, dimana makan dan belanja kitauntuk pemenuhan kebutuhan, bukan pelampiasan nafsu. Cukup berarti menginginkan (mensyukuri) atas apa yang kita miliki.

Mudah-mudahan puasa dan ritme tubuh baru yang dibentuknya akan membuat kita menjadi diri yang baru di akhir puasa, tepatnya diri yang penuh rasa hormat terhadap asal-usul kita sendiri (jati diri).

Selamat berpuasa.

(Dicuplik dan diedit dari artikel berjudul “Puasa, Back To Origin” karangan Tuty Yosenda)

Source :
https://iwandahnial.wordpress.com/2008/09/06/puasa-return-to-the-origin/
http://amirhf.staff.telkomuniversity.ac.id/puasa-return-to-the-origin/

Kita mengetahui, tapi sayang ...


lebih baik dari dunia dan seisinya


Artikel berikut ini kami dapat dari kiriman pesan sosial media teman, disampaikan oleh Beliau Ustadz Zainal Abidin yang sangat bagus menjadi bahan renungan kita semua. Karena sepertinya kita sering mendengar, membaca tapi kita lalai menjalankannya. Semoga bermanfaat.



Seperti dikisahkan oleh Imam Ibnul Qayyim rahimahullah :


"Seorang anak perempuan meninggal karena Tho'un, kemudian ayahnya melihatnya di dalam mimpi, maka ayahnya berkata kepadanya : "Wahai anakku kabarkan kepadaku tentang akhirat!"

Anak perempuan itu menjawab :

"Kami telah melewati perkara yang sangat besar, dan sesungguhnya kita telah mengetahui, tapi kita tidak mengamalkannya. Demi Allah, sesungguhnya satu ucapan tasbih atau satu raka'at sholat yang tertulis dalam lembaran amalku lebih aku sukai daripada dunia dan seluruh isinya"

Berkata Ibnul Qayyim :
"Anak perempuan itu telah mengatakan perkataan yang dalam maknanya (sesungguhnya kami mengetahui, tapi kita tidak mengamalkan), akan tetapi banyak diantara kita yang tidak memahami maknanya.."

Dan berikut ini beberapa hal yang banyak kita ketahui, tapi kita lalai melakukanya :
  1. Kita mengetahui, bahwa ucapan "Subhaanallaahi wa bihamdihi" sebanyak 100 kali dalam sehari akan menghapuskan dosa-dosa kita, walaupun dosa kita sebanyak buih di lautan. Akan tetapi sayang, Berapa banyak hari kita yang berlalu tanpa kita mengucapkannya sedikitpun.
  2. Kita mengetahui, bahwa pahala Dua raka'at Dhuha setara dengan pahala 360 shodaqah, akan tetapi sayang, Hari berganti hari tanpa kita melakukan sholat Dhuha.
  3. Kita mengetahui, bahwa orang yang Berpuasa Sunnah karena Allah satu hari saja, akan dijauhkan wajahnya dari api neraka sejauh 70 musim atau 70 tahun perjalanan. Tapi sayang, kita tidak mau menahan lapar.
  4. Kita mengetahui, bahwa siapa yang Menjenguk Orang Sakit akan diikuti oleh 70 ribu malaikat yang memintakan ampun untuknya. Tapi sayang, kita belum juga menjenguk satu orang sakit pun pekan ini.
  5. Kita mengetahui, bahwa siapa yang membantu membangun masjid karena Allah walaupun hanya sebesar sarang burung, akan dibangunkan sebuah rumah di surga. Tapi sayang, kita tidak tergerak untuk membantu pembangunan masjid walaupun hanya dengan beberapa puluh ribu.
  6. Kita mengetahui, bahwa siapa yang membantu janda dan anak yatimnya, pahalanya seperti berjihad di jalan Allah, atau seperti orang yang berpuasa sepanjang hari tanpa berbuka, atau orang yang sholat sepanjang malam tanpa tidur. Tapi sayang, sampai saat ini kita tidak berniat membantu seorang pun janda dan anak yatim.
  7. Kita mengetahui, bahwa orang yang membaca satu huruf dari Al Qur'an, baginya sepuluh kebaikan dan satu kebaikan akan dilipatgandakan sepuluh kali. Tapi sayang, kita tidak pernah meluangkan waktu membaca Al-Qur'an dalam jadwal harian kita.
  8. Kita mengetahui, bahwa haji yang mabrur, tidak ada pahala baginya kecuali surga, dan akan diampuni dosa-dosanya sehingga kembali suci seperti saat dilahirkan oleh ibunya. Tapi sayang, kita tidak bersemangat untuk melaksanakannya, padahal kita mampu melaksanakannya.
  9. Kita mengetahui, bahwa orang mukmin yang paling mulia adalah yang yang paling banyak sholat malam, dan bahwasanya Rasulullah shalallaahu 'alaihi wa sallaam dan para shahabatnya tidak pernah meremehkan sholat malam di tengah segala kesibukan dan jihad mereka. Tapi sayang kita terlalu meremehkan sholat malam.
  10. Kita mengetahui, bahwa hari kiamat pasti terjadi, tanpa ada keraguan, dan pada hari itu Allah akan membangkitkan semua yang ada di dalam kubur. Tetapi sayang, kita tidak pernah mempersiapkan diri untuk hari itu.
  11. Kita sering menyaksikan orang-orang yang meninggal mendahului kita. tetapi sayang, kita selalu larut dengan senda gurau dan permainan dunia seakan kita mendapat jaminan hidup selamanya dan tidak akan akan menyusul mereka.
Semoga kita segera merubah keadaan kita mulai detik ini, dan mempersiapkan datangnya hari perhitungan yang pasti akan kita hadapi.. Hari dimana kita mempertanggung jawabkan setiap perbuatan kita di dunia.



Hari ketika lisan kita dikunci, sedangkan mata, kaki, dan tangan kita yang menjadi saksi..
Dan pada hari itu, setiap orang akan lari dari saudaranya, ibu dan bapaknya, teman-teman dan anaknya, karena pada hari itu setiap orang akan disibukkan dengan urusannya masing-masing.

Saya telah mengirimkan Nasehat ini kepada orang yang saya cintai karena Allah, maka kirimkanlah nasehat ini kepada orang yang Anda  cintai.

Agama itu Nasihat...

Oleh:
Ustadz Zainal Abidin


sumber gambar : cp.jurnalhajiumroh.com