Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 01 Juni 2018

Renungan Tentang Umur Manusia

umur manusia

Semua makhluk hidup yang ada di dunia akan mengalami kematian, dan itu menjadi sebuah kepastian. Tidak terkecuali manusia. Kehidupan manusia setelah kematian sangat tergantung dengan amal perbuatan yang dilakukan selama di dunia. Manusia yang senantiasa melakukan perbuatan baik dan meninggalkan perbuatan buruk akan mendapatkan balasan kebahagiaan dan kenikmatan yang tiada bandingannya di dunia, begitu juga sebaliknya orang yang selalu melakukan perbuatan buruk dan kemaksiatan akan mendapatkan balasan siksa yang sangat pedih di neraka jahanam.
"setiap orang akan mati seperti dalam keadaan hidupnya dan akan dibangkitkan seperti dalam keadaan matinya"



Hakikatnya kehidupan manusia tidak terus berhenti dengan datangnya kematian atau ajal. Kehidupan yang sesungguhnya justru dimulai setelah kematian. Kehidupan di dunia hanyalah merupakan persinggahan sementara sebagai bekal manusia menghadapi kehidupan yang sesungguhnya. Al Qur'an dan hadits banyak memberikan pemahaman tentang kehidupan yang akan dijalani manusia setelah kematian. Yang tujuanya agar manusia senantiasa sadar akan tugas dan maksud akan penciptaannya. Renungan tentang umur manusia memberikan pemaparan yang sistematis tentang tahapan kehodupan manusia, mulai dari dalam kandungan, kehidupan di dunia, alam kubur, hari kebangkitan hingga penentuan manusia akan menjadi ahli surga atau ahli neraka.

Dengan memahami apa yang ada dalam Al Qur'an dan hadits memberikan kejelasan akan nasib manusia pada setiap fase kehidupannya. Tujuannya untuk memberikan panduan apa yang seharusnya dikerjakan manusia dalam setiap fase kehidupannya. Jangan sampai manusia menderita setelah kematiannya.



"Barangsiapa berjalan untuk menuntut ilmu maka Allah akan memudahkan baginya jalan ke Syurga" (Hadits Riwayat Muslim)

 "Barangsiapa memberikan petunjuk kebaikan, maka baginya akan mendapatkan ganjaran seperti ganjaran yang diterima oleh orang yang mengikutinya dan tidak berkurang sedikitpun hal itu dari ganjaran orang tersebut"(Hadits Riwayat Muslim)

Selasa, 29 Mei 2018

Tips Menjaga Hati

Dalam Islam kedudukan hati sangatlah penting dan agung. Hati menjadi standar kebaikan amal perbuatan manusia, hati menjadi ibarat pemimpin bagi anggota badan yang lain. Baiknya hati akan mempengaruhi baiknya amalan badan demikian juga buruknya hati akan berpengaruh pada buruknya amalan badan atau perbuatan. Demikian juga dengan tingkatan amal perbuatan, amalan hati mempunyai nilai pahala yang lebih besar daripada amalan badan lain, namun juga dosa hati lebih besar dari dosa anggota badan lain. Maka dari itu kita mengetahui bahwasanya dosa kufur dan kemunafikan lebih besar daripada dosa zina, riba, judi dan lain sebagainya. Oleh karena itu sangatlah penting kita menjaga hati supaya terhindar dari dosa besar, dan berikut ini :

menjaga hati, tips hati, tips menjaga hati, jagalah hati



Tips Menjaga Hati

Senantiasa ikhlas dan sabar menjalani hidup dan selalu beribadah dengan niat semua untuk Allah Subhaanahi wa Ta'ala. Bersyukur atas rahmat, hidayah dan karunia dalam hidup kita semua datang atas kehendakNya serta bersabar jika ditimpa musibah, karena musibah yang menimpa kita merupakan ujian dari Allah bagi orang yang benar-benar dicintai Allah.

Memperbanyak membaca Al Qur'an di setiap waktu secara teratur dan terencana baik di waktu pagi, siang, sore terlebih di malam hari. Memahami isi kandungan dalam Al Qur'an dan menerapkannya dalam setiap kegiatan sehari-hari dengan sebaik mungkin serta terus meningkatkannya dari waktu ke waktu.

Menjalankan ibadah puasa sunnah karena puasa merupakan ibadah yang akan melatih diri kita untuk bisa lebih bersabar dan menahan hawa nafsu. Dengan berpuasa kita juga menjaga tubuh kita dari segala jenis makanan dan minuman yang mengandung zat berbahaya bagi kesehatan.

Melawan hawa nafsu dengan semangat dan usaha yang lebih keras. Membendung segala bentuk keinginan dan syahwat yang akan menjerumuskan kita dalam perbuatan dosa diantaranya mudah marah, pelit atau kikir, malas dan lainnya.

Mengingat kembali apa sejatinya yang menjadi tujuan hidup kita di dunia dengan selalu berdzikir dan berdoa sesuai sunnah. Bersolawat pada setiap waktu dan kesempatan untuk menjaga agar iman selalu kuat. Berusaha dengan istiqomah dzikir setiap saat kapanpun dan dimanapun kita berada.
"orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram" (Thaa-Haa 130)




Ini yang paling penting, yaitu istiqomah. Salah satu bentuk ibadah yang sangat disukai Allah adalah ibadah yang dilakukan secara terus menerus walaupun cuma sedikit/sebentar. Seperti sebuah batu yang ditetesi air, lambat laun batu itu akan membekas bahkan sampai berlubang, beda dengan apabila batu tersebut di siram dengan air dalam jumlah besar, kemungkinan besar batu hanya akan hanyut sebentar, namun masih utuh. Berlatihlah melakukan ibadah secara istiqomah dengan mempergunakan waktu dengan sebaik mungkin, hindari dan tinggalkan kebiasaan memboroskan waktu atau bahkan membuang waktu dengan kegiatan yang tidak ada manfaatnya. Berlatih sedekah secara rutin, membuat perencanaan dengan menyisihkan sedikit uang/harta. Seiring waktu mulai ditambah frekuensi dan jumlahnya.

Adakalanya kita akan merasa malas dan menurun dalam melakukan ibadah, untuk menghindari hal ini carilah kisah-kisah inspiratif  dari para sahabat Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wassalam, para tabi'in serta tokoh-tokoh inspiratif lainnya. Baik dengan membaca buku maupun lewat sosial media maupun halaman internet

Berkumpul dengan orang-orang shalih
"agama sesorang itu sesuai dengan agama teman dekatnya, maka hendaknya kalian memperhatikan siapa yang menjadi teman dekatnya"
Hadits Riwayat Abu Dawud, At Tarmidzi, Al-Hakimdan Ahmad.
Mulailah dari sekarang kita memperhatikan dengan siapa saja kita bergaul, tinggalkanlah teman yang tidak membawa kebaikan, dan mebiasakan diri untuk bergaul dengan orang-orang yang baik agamanya atau shalih, dengan bergaul dengan mereka orang-orang yang shalih perlahan kita juga akan menjadi baik seperti mereka.


Demikianlah beberapa tips yang bisa kita lakukan agar hati kita senantiasa bersih, terhindar dari penyakit hati, jauh dari perbuatan-perbuatan yang akan menjerumuskan kita pada dosa.

Senin, 05 Februari 2018

Memahami Tentang Rezeki Manusia

mencari rezeki, apa itu rezeki, tentang rezeki, mengejar rezeki


Mendengar kata rezeki kita mungkin akan langsung terfikir dengan sesuatu hal yang berhubungan dengan harta kekayaan, uang, kendaraan, makanan, kesenangan dan semua hal yang berhubungan dengan duniawi. Manusia bekerja membanting tulang dari pagi sampai larut malam, jalanan selalu padat hilir mudik manusia berangkat ke tempat kerja masing-masing dipagi hari demikian pula sore harinya saat kembali ke rumah masing-masing.

Manusia sibuk mecari nafkah, menjemput rezeki untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari bagi keluarganya. Banyak orang menjadi sukses dan berlimpah harta namun tidak sedikit sudah merasa bekerja keras siang dan malam tapi hidupnya bisa dikatakan masih miskin, masih merasa kurang dan lain sebagainya. Rezeki adalah harta kekayaan, kemapanan itu benar, namun kita sebagai umat Islam harus tahu dan memahami bahwa yang namanya rezeki itu tidak hanya soal uang, harta dan kekayaan.
seorang mukmin itu sungguh menakjubkan, karena setiap perkaranya itu baik. Namun tidak akan terjadi demikian kecuali pada seorang mukmin sejati. Jika ia mendapat kesenangan ia bersyukur dan itu baik baginya. Jika ia tertimpa kesusahan, ia bersabar dan itu baik baginya. (Hadits Riwayat Muslim 7692)

Manusia bekerja keras tanpa kenal lelah dan waktu belum tentu mendapatkan rezeki banyak berlimpah, namun yang bekerja sedikit juga belum tentu mendapatkan rezeki sedikit. Sesungguhnya rezeki itu mengejar dan bukan dikejar, rezeki yang bakal mendatangi manusia bahkan mengejar kepada manusia yang pantas didatangi. Tugas kita sebagai mukmin adalah memantaskan untuk didatangi rezeki itu tadi. Setiap manusia sudah ditetapkan rezekinya masing-masing, inilah yang disebut ikhtiar.

Baca juga : 4 Golongan Manusia yang Dirindukan Syurga

Ikhtiar adalah kuasa manusia sedangkan rezeki adalah kuasa Allah, manusia tidak akan dimatikan hingga ketetapan rezekinya telah diterima, seluruhnya. Sungguh Allah maha Pengasih dan Penyayang. Hakikat rezeki bukanhanya harta namun seluruh Rahmat Allah Ta'ala, dan yang paling indah adalah kita selalu dalamhidayah Islam

Hai orang-orang yang beriman,makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar hanya kepada-Nya kamu menyembah. QS Al Baqarah 172

Berikut ini macam-macam rezeki dari Allah Subhanallahu Wa Ta'ala:


  1. Rezeki yang telah dijamin
    "Tidak ada satu makhluk melatapun yang bergerak diatas bumi ini yang tidak dijamin Allah rezekinya".
    QS Al Hud 6
  2. Rezeki karena usaha
    "Tidaklah manusia mendapatkan apa-apa kecuali apa yang dikerjakannya".
    QS An Najm 39
  3. Rezeki karena bersyukur
    "Sesungguhnya jika kamu bersyukur pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu".
    QS Ibrahim 7
  4. Rezeki tak terduga
    "Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan menjadikan baginya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya".
    QS Ath Tholaq 2-3
  5. Rezeki karena Istighfar
    "Maka aku berkata kepada mereka, beristighfarlah kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun. Pasti Dia akan mengirimkan hujan yang lebat kepadamu. Dan Dia memperbanyak harta dan anak-anakmu, dan mengadakan kebun-kebun untukmu dan mengadakan sungai-sungai untukmu".
    QS. Nuh 10,11,12
  6. Rezeki karena menikah
    "Dan nikahkanlah orang-orang yang masih mebujang di antara kamu, dan juga orang-orang yang layak dari hamba sahayamu baik laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, maka Allah akan memberikan kecukupan kepada mereka dengan karunia-Nya dan Allah Maha luas pemberian-Nya dan Maha Mengetahui".
    QS An Nur 32
  7. Rezeki karena anak
    "Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut miskin. Kamilah yang menanggung rezeki mereka dan juga rezeki bagimu, membunuh mereka itu sungguh suatu dosa yang sangat besar".
    QS Al Israa 31

  8. Rezeki karena sedekah
    "Barang siapa meminjami Allah dengan pinjaman yang baik, maka Allah melipatgandakan ganti kepadanya dengan banyak. Allah menahan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nyalah kamu dikembalikan"
    QS Al Baqarah 245
Semoga kita senantiasa menjadi manusia yang selalu bersyukur atas segala nikmat rezeki yang telah Allah berikan kepada kita semua dengan selalu mengingat nama Allah, memuji-Nya dan mempergunakan segala bentuk rezeki yang telah Allah berikan untuk selalu beribadah dan ingat kepada Allah.


sumber gambar: jcomp

Selasa, 21 Juni 2016

Membangun Rumah di Akhirat

ibadah membangun rumah di akhirat

Ibadah yg kita kerjakan di dunia ini, tak lain adalah 'rumah' yang sedang kita bangun untuk kita tempati nanti setelah pensiun dari kehidupan dunia

Renungan Muhasabah, 

Alkisah seorang Tukang Bangunan yang telah bertahun-tahun lamanya bekerja pada seorang Pemborong.

Iapun bermaksud mengajukan pensiun kepada sang pemborong,
karena ingin memiliki banyak waktu untuk keluarganya.

Si Pemborong berkata,
"Saya setujui permohonan pensiun Anda tapi dengan satu syarat Anda bangun dahulu satu rumah terakhir sebelum Anda pensiun".

Si Tukang Bangunan segera membangunnya.
Karena kejar tayang ingin cepat selesai,
iapun mengerjakannya rumah tersebut dengan asal-asalan,..... dan asal jadi.

Selesai sudah bangunan terakhir yg ia buat.
Ia serahkan kunci rumah kepada sang Pemborong.

Sang Pemborong pun tersenyum dan berkata,
"Rumah ini adalah hadiah untukmu, karena telah lama bekerja bersamaku."

Terkejutlah si Tukang Bangunan itu,......  ada rasa sesal....... kenapa rumah, yang akhirnya hendak ia tempati itu,..... dikerjakannya secara asal-asalan.

Dari cerita diatas, kita bisa mengambil hikmah bahwa
Ibadah yang kita kerjakan di dunia ini, tak lain adalah 'rumah' ..... yang sedang kita bangun untuk kita tempati nanti.... setelah pensiun dari kehidupan dunia ini.



Jangan sampai kelak kita menyesal,.... karena kita menempati "rumah buruk"
yang kita bangun asal-asalan.

Semoga Allah selalu memberi hidayah untuk kita semua

Amiin

Sumber : Whatsapp